Terungkap, 195,93 Km Jalan di Kabupaten Pasuruan Rusak Berat

1531
Jalan rusak Andonosari yang dikeluhkan warga

Pasuruan (WartaBromo.com) – Total panjang jalan di Kabupaten Pasuruan dicatat 2.504,73 kilometer (km). Namun, 195,93 km (7,82%) mengalami kerusakan dengan kategori berat.

Data Kabupaten Pasuruan dalam angka yang disusun BPS menjelaskan, dari total 2.504,73 km, jalan beraspal ada 1.893,75 km (75,61%); beton 11,03 km (0,44%); kerikil 180,15 km (7,19%); jalan tanah 136,84 km (5,46%); dan jalan permukaan lainnya sepanjang 282,96 km.

Kondisi jalan yang dicatat BPS bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga tersebut, pada tahun 2019 diungkap terdapat 45% lebih permukaannya mengalami kerusakan beragam, mulai ringan bahkan rusak berat.

Dituliskan, jalan dengan kondisi baik 1.372,02 km (54,78%); kondisi sedang ada 657,89 km (26,27%); kategori rusak 278,88 km (11,13%); dan jalan rusak dengan kategori berat ada 195,93 km (7,82%)

Meski demikian, rekaman kondisi permukaan jalan pada 2019 oleh BPS itu terbilang tak terlalu buruk, jika dibandingkan dengan sebelumnya. Di tahun 2018, jalan dengan kondisi baik diungkap 1.310,97 km  (52,34%); kondisi sedang 637,89 km (25,47%); rusak 298,88 km (11,93%); dan rusak berat 256,98 km (10,26%).

Sehingga pada tahun 2018, panjang kerusakan jalan dengan kategori berat di Kabupaten Pasuruan, jika boleh diilustrasikan, seperti dua kali perjalanan pulang-pergi (PP) Kota Pasuruan-Kota Surabaya.

Warga Desa Ambal Ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan blokade jalan, akses menuju areal tambang pasir berbatu (sirtu), Minggu (15/9/2019). Aksi ini dipicu adanya jalan rusak yang dinilai merugikan warga.

Sekadar informasi, berdasar tingkat kewenangan pemerintahan, dari 2.504,73 km jalan yang mengelilingi wilayah Kabupaten Pasuruan, sepanjang 100,78 km dimiliki pusat; lalu 78,06 km tanggungjawab provinsi; dan sebagian besar, yakni 2.315,89 km masuk kewenangan pemerintah kabupaten.

Mencoba menelusuri, jalan dengan kondisi rusak parah, juga banyak dijumpai di desa-desa, di antaranya yang digunakan sebagai akses kegiatan tambang. Tak jarang, jalan rusak memicu protes warga, bahkan diwujudkan dalam bentuk aksi blokir, seperti yang sempat terjadi di Desa Ambal Ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan tahun lalu. (ono/ono)

.