Kabupaten Pasuruan Buka Layanan KB Gratis, 1.030 Emak-emak Menikmatinya

826

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggratiskan seluruh pelayanan KB (keluarga berencana). Terhitung 1.030 akseptor KB memanfaatkan program selama 3 hari ini.

Kepala Dinas Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KB-PP) Kabupaten Pasuruan, Drg Loembini Pedjati Layung mengatakan, jumlah 1.030 itu merupakan akumulasi dari semua metode layanan KB atau kontrasepsi. Seperti implant, IUD, suntik, pil, maupun KDM (kondom).

“Semua metode kontrasepsi kita layani, kecuali MOW dan MOP. MOP itu metode operasi pria, sedangkan MOW adalah metode operasi wanita. Tidak kita layani kecuali pasca persalinan di rumah sakit, karena kita masih di tengah pandemi,” kata Loembini, Selasa (30/06/2020).

Dijelaskan, tiga hari dimaksud adalah bagian program pelayanan KB serentak bertajuk Sejuta Akseptor peringati Hari Keluarga Nasional ke-27 tahun 2020. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 25-27 Juni lalu, di mana metode kontrasepsi yang paling banyak diminati adalah KB suntik dan implant.

Tercatat sebanyak 557 peserta KB implant dan 216 peserta KB suntik. Hampir keseluruhan akseptor KB kali ini adalah ibu rumah tangga, warga Kabupaten Pasuruan.

“Paling banyak peserta dari Kecamatan Kraton. Total ada 159 orang yang mengikuti pelayanan KB. Dari jumlah itu, ada 45 orang peserta KB implant dan 74 peserta KB suntik,” terangnya.

Dengan banyaknya akseptor KB selama pandemi Covid-19, Loembini memaknai ada peningkatan pemahaman para pasangan suami istri (pasutri) untuk mengendalikan kehamilan.

Sementara itu,.Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan Lulis Irsyad Yusuf menegaskan, kesejahteraan keluarga merupakan tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Begitu juga perihal KB. Program KB bukan hanya kewajiban istri, karena kesadaran dan peran suami mendukung program tersebut, juga tak kalah penting.

“Hamil, silakan saja. Yang terpenting bisa terus dijaga asupan gizinya, kesehatan dan vitamin untuk ibu dan calon bayi yang dikandungnya. Kalaupun memilih ber-KB, juga kami persilakan, mumpung semuanya gratis,” kata Lulis.

Istri Bupati Irsyad Yusuf itu mengungkapkan, bahwa merencanakan kehamilan sebaiknya dilakukan jauh hari sebelumnya. Termasuk pilihan ber-KB atau tidak. Menurutnya, tingkat kualitas dari keluarga yang direncanakan akan jauh baik daripada yang tidak terencana.

“Saya yakin pasutri-pasutri sekarang ini sudah pintar dan cerdas dalam menentukan yang terbaik untuk masa depan anak-anaknya. Tinggal bagaimana bisa membantu mereka untuk mendukung program pemerintah demi kebaikan bersama,” tegasnya. (mil/ono)