Berstatus Positif Covid-19, Dokter Senior di Probolinggo Meninggal

2624

Miliki Penyakit Penyerta Jantung dan Diabetes

Probolinggo (wartabromo.com) – Seorang dokter senior berstatus positif Covid-19  bernama Abdul Cholig meninggal dunia pada Kamis, 2 Juli 2020. Sejumlah penyakit penyerta, jantung di antaranya, diderita sang dokter.

Dokter Cholig dinyatakan positif Covid-19 setelah Immunoglobulin (IGM) dalam tubuhnya diketahui reaktif saat diperiksa di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Dia kemudian menjalani tes usap (swab test) dua kali dan hasilnya positif Covid-19 pada 24 Juni lalu.

Pria berusia 73 tahun tersebut, terkonfirmasi sebagai pasien positif Covid-19 nomor 130 di Kabupaten Probolinggo.

“Innalillahi wa Innailaihi Rajiun, kami berduka dengan kepergiannya. Beliau memang mempunyai riwayat penyakit mendasar, yakni penyakit jantung dan diabetes yang sudah lama dideritanya,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Joelijanto.

Selama pandemi Covid-19, dokter umum itu mengampu di BPJS yang melayani banyak pasien. Diduga pria yang berdomisili di Desa Pabean, Kecamatan Dringu itu, tertular dari pasien yang dilayaninya.
“Termasuk klaster pelangi, karena penularannya secara horizontal dan tidak diketahui sumbernya,” terang Anang.

Semula dokter Cholig akan memeriksakan sinusitis yang dideritanya ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan pada Rabu, 1 Juli. Kemudian rencananya akan menjalani opname di RS Lavalette Malang atau ke RS Soedono Madiun. Tetapi, karena kedua rumah sakit itu penuh, akhirnya dirawat di RSUD dr Mohammad Saleh.

Sebelum opname, pria kelahiran Surabaya, pada 1947 silam itu, mengalami sesak napas dan diare. Bahkan hingga tidak ada nafsu makan beberapa hari. “Rabu pagi masuk rumah sakit, Rabu malam diantar ke RSUD dr Mohamad Saleh,” tutur Wahyu, istrinya.

Plt Direktur RSUD dr Mohammad Saleh, dr Abraar HS. Kuddah SpB, menyebut pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin merawat dokter Cholig. Tetapi Tuhan berkehendak lain terhadap dokter yang sudah berkiprah sejak tahun 1980 itu.

“Namun, karena kegagalan multi organ dalam tubuhnya, beliau tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal dunia,” ungkapnya.

Duka mendalam pun dirasakan oleh rekan sejawatnya. Para tenaga medis di RSUD dr Mohammad Saleh, Kota Probolinggo melepas jenazahnya di depan rumah sakit. Jenazah dokter Cholig yang juga Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Cabang Kabupaten Probolinggo, akan disemayamkan di makam keluarga di kawasan Benowo, Surabaya.

“Kami sangat kehilangan almarhum, yang selama ini menjadi panutan kami. Semoga almarhum diterima di sisi Allah,” tandas Abraar yang juga juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo itu. (saw/ono)