Coban Baong Ngantungan, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Bromo

2133

“Surga di kaki gunung Bromo ini masih terjaga kealamiannya. Hal inilah yang membuat air yang terjun sangat segar dan asri. Butuh fisik prima dan niat hati tak merusak keindahan alam, untuk bisa mencapai ke sana.”

Laporan : Akhmad Romadoni

WISATA alam di Kabupaten Pasuruan mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik hingga mancanegara. Terlebih, adanya puluhan air terjun dengan view eksotis dan memanjakan mata.

Derasnya gemericik air terdengar sejak melangkah di Desa Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Suara ini semakin nyaring diiringi dengan hawa sejuk yang memeluk tubuh. Coban Baong Ngantungan, air terjun di kaki gunung Bromo, berhasil membuat penat di otak perlahan terlepas sejenak.

Perjalanan menuju ke Kecamatan Pasrepan tak jauh kalau dari daerah di sekitaran Kota Pasuruan. Waktu tempuh sekitar 30-45 menit, terbilang cukup untuk sampai ke Desa Ngantungan.

Sesampainya di Desa Ngantungan, wisatawan atau pecinta alam bisa memarkir sepeda di rumah warga. Masih terjaganya area ini, membuat Cobang Baong Ngantungan masih belum belum memiliki fasilitas umum untuk pengunjung.

Fatkhul pengunjung air terjun dari Kota Pasuruan mengatakan, butuh perjuangan ekstra untuk menikmati panorama di air terjun ini. Perjalanan yang cukup ekstrem dan menguras tenaga.

“Kita bisa parkir di rumah warga, tapi yang terpenting adalah fisik harus prima,” kata Fatkhul, kepada wartabromo.com, Sabtu (11/07/2020).

Dari parkiran desa, pengunjung harus melewati hutan-hutan rindang dengan pemandangan yang hijau dan sejuk. Fatkhul dan 3 teman lainnya sangat menikmati perjalanan demi perjalanan.

“Kami memang suka alam, apalagi surga tersembunyi seperti ini,” katanya.

Belum banyak orang yang tau akan keindahan air terjun ngantungan ini, pesona alamnya sangat menakjubkan. Setelah menempuh perjalanan cukup mengucurkan keringat, air terjun menawan dengan ketinggian kurang lebih 25 meter ini seakan membius mata kita.

“Perjalanan sekitar 30-45 menit dari pemukiman warga, jalannya juga masih setapak,” terangnya.

Namun, rasa letih di sepanjang perjalanan menguap, saat kaki sudah menapaki aliran di air terjun Ngantungan. Derasnya air yang jatuh membuat pemikiran kita menjadi dingin dan tenang.

Tak kalah menariknya adalah, air yang jatuh dari atas sangat dingin, cocok untuk berendam dan berenang disekitar air terjun.

“Airnya dingin, air terjune duwur, apik pol,” tutur Fatkhul dengan rasa senang.

Konon, air terjun ini memiliki sejarah sendiri. Sebelum dinikmati oleh orang biasa, air terjun ini menjadi tempat persembunyian pejuang dari kejaran belanda.

Terlepas dari sejarah tersebut, coban Ngantungan sangat bisa dinikmati untuk warga yang hobi menjejali wisata alam. Tak butuh kocek besar. Hanya fisik yang prima serta keyakinan diri untuk tak merusak keindahan alam di kaki gunung bromo ini. (*)