Bupati Irsyad Minta Anggota DPR RI Buktikan Ucapannya

6790
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf didampingi Pj Sekda Misbah Zunib memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan dengan sejumlah LSM dan kelompok masyarakat, Senin (11/5/2020)

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pernyataan anggota DPR RI Said Abdullah terkait tudingan adanya rumah sakit memanipulasi data pasien positif memantik reaksi pejabat di daerah.

Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf termasuk salah satunya. Orang nomor satu di jajaran Pemkab Pasuruan ini bahkan meminta Said yang juga pimpinan badan anggaran (Banggar) DPR RI itu membuktikan ucapannya.

“Biar tidak menjadi bias, saya minta Pak Said untuk membuktikan pernyataannya. Karena kalau tidak, (pernyataan) itu menyesatkan,” kata Irsyad Yusuf, Kamis (16/07/2020) siang.

Tantangan Irsyad dipicu statement Said yang menyebut adanya manipulasi data pasien positif Covid-19 oleh sejumlah rumah sakit di Indonesia.

Dalam pernyataan yang dikutip sejumlah media itu, Said menyebut beberapa rumah sakit sengaja memanipulasi data pasien non Covid-19 menjadi positif Covid-19. Motifnya, kata Said, untuk mendapatkan tunjangan.

“Orang tak Covid dinyatakan Covid. Telisik punya telisik anggaran kalau dinyatakan Covid memang lebih besar. Di Pasuruan, Jambi, Ciamis. Ini viral di mana-mana,” tutur Said, seperti dikutip dari sejumlah media.

Pernyataan inilah yang membuat Gus Irsyad, sapaan Bupati Pasuruan angkat bicara. Menurutnya, pernyataan Said jelas tidak masuk akal.

Menurut Gus Irsyad, tidak ada ceritanya pasien non Covid-19 kemudian dinyatakan positif tanpa didukung bukti hasil tes swab.

“Itu jelas tidak benar. Penanganan Covid-19 ini tidak segampang yang dibayangkan. Ada syarat-syarat medis untuk membuktikan bahwa si pasien meninggal karena Covid-19. Jadi tidak mudah,” terang Gus Irsyad.

Terlebih lagi, jika tudingan manipulasi itu dikaitkan dengan motif untuk mendapatkan tunjangan dari pemerintah pusat.

“Buktinya, Pemkab mengajukan klaim kepada pemerintah pusat, dari 52 pasien yang meninggal mulai bulai Mei, hanya dua yang dicairkan,” jelas politisi PKB ini.

Dikatakan Gus Irsyad, upaya penanganan Covid-19 sudah cukup berat. Sehingga, tidak relevan jika kemudian muncul pernyataan-pernyataan yang menimbulkan polemik. Apalagi, tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Saya jamin tudingan itu tidak terjadi di Pasuruan. Makanya, saya tantang Pak Said untuk membuktikan pernyataannya biar tidak menyesatkan dan menjadi polemik,” jelas Gus Irsyad.

Penjelasan serupa disampaikan Plt. Direktur RSUD Bangil, Arma Rosalina. Menurutnya, apa yang disampaikan Said Abdullah sama sekali tidak berdasar.

“Untuk menegakkan diagnosa itu sudah ada protokol dan aturannya. Tidak asal,” jelasnya. (asd/ono)

.

Catatan: Artikel ini disunting ulang pukul 21.30.