Duit Rp5 Miliar Milik Pemkab Probolinggo Habis untuk Rapid Test Gratis

2100

Kraksaan (wartabromo.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menghabiskan dana sekitar Rp5 miliar untuk biaya tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test/RDT) dalam 4 bulan terakhir. Saat ini, tersedia sekitar 6 ribu alat pendeteksian anti bodi itu.

Jubir Gugus Tugas (Gugas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Yoelijanto menyebut, anggaran itu tak hanya digunakan untuk membeli alat rapid test. Melainkan juga dipakai untuk membeli catridge alat TCM yang dimodifikasi sebagai alat PCR. Alat medis tersebut, mayoritas didatangkan dari Jakarta.

“Tapi anggaran itu hanya dalam perkiraan saja, sekitar itu. Intinya, sekitar Rp5 milliar yang sudah dibelanjakan, juga meliputi cartridge swab yang kita beli sendiri,” ungkap Anang tanpa menyebut secara pasti jumlah total anggaran yang dialokasikan untuk rapid test dan swab.

Dengan anggaran itu, pihaknya telah melakukan rapid test kepada lebih dari 20 ribu orang. Baik kepada pemudik, pedagang pasar, ASN, kontak erat pasien terkonfirmasi, juga bagi mahasiswa, dan lainnya. Kini, alat rapid test yang biayanya digratiskan itu, tersisa sekitar 6 ribuan unit. Alat tersebut bisa saja ditambah, apabila pemanfaatannya masih dibutuhkan dan stok berkurang.

“Karena (rapid test) masih akan kita lakukan sesuai arahan dari Ibu Bupati. Setiap kali pemesanan alat rapid test, jumlahnya bisa 2 ribu hingga 5 ribu alat,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo itu.

Rapid test di Kabupaten Probolinggo dilaksanakan secara massal, sesuai dengan instruksi dari Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, yang sekaligus sebagai Ketua Gugas Covid-19. Tes sebagai skrining medis awal atau darurat untuk mendeteksi keberadaan virus di tubuh, apakah antibodi dalam tubuh bereaksi jika ada virus atau bakteri dari luar tubuh.

“Ibu Bupati Probolinggo yang sekaligus Ketua Satgas, menargetkan setidaknya 2 persen penduduk di Kabupaten Probolinggo diskrining melalui RDT. Sebagai langkah awal mendeteksi penyebaran virus corona,” tandas dokter Anang. (cho/saw)