Kasus Positif Melambat, Pemkab Probolinggo Masifkan Tes Swab

1109

Kraksaan (wartabromo.com) – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo mulai melambat pergerakaannya. Meski begitu, pemerintah daerah memasifkan tes usab (swab) pada warganya.

Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, menuturkan tes usab secara massal itu sudah berjalan sepekan lalu. Dilakukan terhadap kasus suspek, probable dan kontak erat pasien positif Covid-19. Tes swab masif itu, bukan untuk warga secara umum.

“Swab PCR itu, akan kami lakukan di RSUD Waluyo Kraksaan. Sebenarnya itu, sudah dimulai sepekan yang lalu. Tujuannya untuk memantabkan hasil pemeriksaan. Karena hasil rapid test akurasinya rendah dan untuk menghindari eror seperti itu,” tuturnya pada Senin, 20 Juli 2020.

Dengan memperbanyak uji swab, pihaknya kata Tantri, bertujuan untuk mempercepat penanganan dan pencegahan wabah pandemi Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Karena saat ini, banyak pasien terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan orang tanpa gejala. Apalagi hasil rapid test tidak bisa dijadikan tolak ukur pertama dalam pengentasan wabah menular tersebut.

Meski begitu, pemerintah dareah tidak akan menghentikan rapid test massal yang sudah berlangsung sejak awal. Hasil rapid tetap digunakan sebagai acuan dari penyempurnaan data pendukung. Hasil akurasi yang tepat akan diambil hasil swab.

“Hasil swab itu, juga bisa mempermudah pemetaan pasien yang terjangkit. Sehingga bisa lebih cepat melakukan tracing pada lingkungan pasien positif. Juga mempercepat hasil pemeriksaan diagonasa pasien juga,” kata Bupati Probolinggo 2 periode itu.

Saat ini, ada 172 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Dengan uraian 36 dirawat, 130 sembuh dan 6 meninggal dunia. Sedangkan untuk kasus suspek ada 17 orang, yakni 14 dalam pemantauan dan 4 dalam pengawasan.

Dalam istilah baru Covid-19, Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, Kontak Erat, istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG).

Untuk kasus konfirmasi yang dibuktikan dengan hasil dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR, dibagi menjadi 2 bagian. Keduanya yakni simptomatik atau kasus konfirmasi dengan gejala, lalu asimptomatik atau tanpa gejala. (saw/saw)