Pemkab Probolinggo Fokuskan Swab Pada Orang Sakit

2137
Bupati Probolinggo saat cek kesiapan RSUD Tongas terkait penanganan corona.

Kraksaan (wartabromo.com) – Pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilaksanakan secara masif oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Salah satunya dengan memfokuskan tes usab (swab) bagi warga yang sakit dan dirawat di fasiltas kesehatan (faskes).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Joelijanto mengatakan pihaknya memfokuskan tes swab bagi warga yang sakit. Baik yang dilayani di faskes milik pemerintah, seperti RSUD Waluyo Jati Kraksaan, RSUD Tongas), dan Puskemas-Puskesmas. Tak terkecuali faskes yang dikelola oleh swasta, seperti rumah sakit dan klinik.

“Arah kebijakan Ibu Bupati Probolinggo itu adalah orang yang sakit. Artinya orang yang suspek (dulu ODP-PDP), dengan gejala yang mengarah ke corona, semisal flu, panas, sesak, dan lainnya, langsung kita swab. Baik itu yang dirawat di faskes milik pemerintah maupun swasta. Dari itu, kita akan tahu teknisnya seperti apa,” ujar dokter Anang pada Rabu, 22 Juli 2020.

Sakit itu, kata Anang, bisa karena flu, baik yang ringan maupun berat. Karena flu, gejalanya bisa batuk, pilek, panas. “Kami ingin memastikan, bahwa yang sakit itu karena flu biasa, apa vrius lain, atau karena corona. Kalau corona, kita langsung terapi sesuai protokol kesehatan yang baru, kita fokus ke itu” terangnya.

Kebijakan tersebut, lanjut Anang, karena didukung dengan peralatan yang dimiliki. Seperti alat PCR di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Alat bantuan BNPB itu, sudah dapat dioperasikan. Disandingkan dengan alat TCM yang dimodifikasi sebagai alat PCR.

“Alat sudah kita miliki. Saat ini dalam proses registrasi dan akan ada pengecekan dari Jakarta. Kalau sudah, kita lakukan sesuai arahan Ibu Bupati,” lanjut pria yang juga jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo itu.

Sebelumnya, Pemkab Probolinggo melakukan rapid test secara massal kepada masyarakat. Mencakup pemudik, pedagang pasar, ASN, kontak erat pasien positif Covid-19, dan lain sebagainya. Dengan anggaran sekitar Rp5 miliar, Pemkab membeli alat rapid test sekitar 27 ribu unit secara bertahap. Sebanyak 21 ribuan unit, telah digunakan.

“Untuk Kabupaten Probolinggo, RDT sudah lewat. Rapid sudah tidak valid dan bergerak lagi. Kalau ada yang positif, akan langsung dijawab,” kata mantan Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan itu.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, ada target swab sekitar 30 ribu tiap hari di seluruh Indonesia. Pemkab Probolinggo saat ini, masih menghitung kemampuan tes swab yang dapat dilakukan. Termasuk menghitung kemampuan anggaran dalam menjalankan perintah presiden. “Kita juga lakukan penghitungan sesuai,” tandas Anang.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Pemkab Probolinggo memasifkan tes usab (swab) pada warganya. Dilakukan terhadap kasus suspek, probable, dan kontak erat pasien positif Covid-19. Tes swab masif itu, bukan untuk warga secara umum. Swab PCR itu, dilakukan di RSUD Waluyo Kraksaan. Tujuannya untuk memantapkan hasil pemeriksaan.

“Karena hasil rapid test akurasinya rendah dan untuk menghindari eror seperti itu. Hasil swab itu, juga bisa mempermudah pemetaan pasien yang terjangkit. Sehingga bisa lebih cepat melakukan tracingĀ  pada lingkungan pasien positif. Juga mempercepat hasil pemeriksaan diagnosa pasien juga,” kata Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, beberapa waktu lalu. (saw/**)