Sinergi AQUA Keboncandi dan Desa Mendalan Bangkitkan Ekonomi Masyarakat melalui Usaha Produktif Perikanan

1356
BHAKTI AQUA: (Dari kiri) Musmin dari YSII, Kepala desa Mendalan Suheri, Kepala pabrik Aqua Keboncandi M Fahroni dan Muspika Kecamatan Winongan.

Pasuruan (Wartabromo.com) -Sebanyak 6.000 benih lele disebar di kolam perikanan yang menjadi percontohan di Desa Mendalan. Kelompok usaha bersama yang merupakan kolaborasi Pemerintah Desa Mendalan Kecamatan Winongan dan PT Tirta Investama (AQUA Keboncandi) dalam mengembangkan usaha produktif perikanan melalui budidaya lele. Karang Taruna yang beranggotakan pemuda-pemudi yang energik dan kreatif didorong untuk mengembangkan minat usaha dalam bidang perikanan.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menunjuk Desa Mendalan menjadi salah satu Desa Kebal Covid-19. Masyarakat dipersiapkan untuk mampu dan berdaya melawan Covid-19. Kepala Desa Mendalan, Suheri menyatakan sebagian masyarakatnya terdampak secara ekonomi dengan adanya pandemi Covid-19. Suheri  menyampaikan bahwa program usaha produktif perikanan ini sebagai stimulus untuk kembali mengangkat perekonomian masyarakat.

SINERGITAS: Kepala Desa Mendalan, direktur YSII, camat Winongan, sekcam Winongan, TIV, sekcam Gondangwetan.

“Semoga masyarakat bisa bangkit. Anak-anak muda bisa kembali berkreasi membangun perekonomian desa,” harapnya.
Yayasan Social Investment Indonesia sebagai pendamping program melihat usaha produktif perikanan sebagai salah satu peluang yang menjanjikan di Desa Mendalan.

Selaku Program Manager Musmin Nuryandi menyampaikan kecamatan Winongan, khususnya Desa Mendalan memiliki potensi sumber daya air yang melimpah. Namun pemanfaatan sumber daya air belum dioptimalkan untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat.

“Hal ini mendorong kami untuk menginisiasi program usaha produktif perikanan sebagai salah satu strategi peningkatan ekonomi lokal masyarakat,” tegasnya. Selain karena potensi, minat masyarakat terhadap usaha produktif perikanan juga cukup tinggi. Beberapa warga sudah memulai usaha budidaya perikanan, namun karena beberapa keterbatasan usaha mereka tidak dapat berjalan secara maksimal.

“Proses pendampingan teknis budidaya perikanan secara rutin akan kami lakukan untuk memastikan bahwa program dapat mencapai output yang kita harapkan. Sampai akhir Desember 2020 kami menargetkan tujuh lokasi kolam percontohan dan lima diantaranya berada di Desa Mendalan. Harapannya ke depan Desa Mendalan bisa menjadi pusat budidaya perikanan” tambahnya.

AQUA Keboncandi sebagai korporasi mempunyai mandat dan komitmen untuk mendorong kehidupan social dan ekonomi yang berkelanjutan. Kepala Pabrik, M. Fahroni mengatakan Covid-19 memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat. “Hal ini semakin memantapkan upaya kami dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat (Local Economic Development) Desa Mendalan melalui usaha produktif perikanan. Selain untuk mendukung ketahanan pangan, juga menumbuhkan perekonomian masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan para stakeholder terkait, kami optimis usaha produktif perikanan ini mampu membangkitkan ekonomi masyarakat,” tegas Fahroni. (day/*)