RSUD Bangil Datangkan Alat Pemulasaraan Jenazah Covid

2564

Pasuruan (WartaBromo.com) – RSUD Bangil memiliki mesin pemulasaraan jenazah yang dipastikan sesuai syariat Agama Islam. Alat ini merupakan salah satu cara menjawab keraguan masyarakat akan pemulasaraan jenazah Covid-19.

Cara kinerja mesin yang terbilang baru ini membantu dalam menghindari sentuhan fisik antara petugas dengan jenazah Covid-19, sehingga diyakini bisa mencegah semakin meluasnya kemungkinan penularan virus corona.

Mesin tersebut dihadirkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (01/08/2020) sore. Para petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 pun dihadirkan untuk mensimulasikan cara kerjanya.

Wakil Bupati Pasuruan, Abdul Mujib terlihat berada di tengah pelaksanaan simulasi pemulasaraan jenazah Covid-19 tersebut. Bahkan Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin; PCNU Bangil, Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Abdul Rouf; dan tak ketinggalan Sekda Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya.

Wabup ungkapkan apresiasi kepada para ulama yang telah menyaksikan proses simulasi jenazah Covid-19, sekaligus memberikan saran, masukan dan gagasan demi menyempurnakan seluruh proses yang sesuai syariat Agama Islam.

“Saya sampaikan terima kasih banyak untuk kehadiran para alim ulama. Baik dari PCNU Kabupaten Pasuruan, PCNU Bangil, MUI, Kepolisian, dan TNI, sampai undangan lain yang sama-sama menyaksikan proses pemulasaran jenazah Covid-19 ini,” ucapnya.

Dikatakan Mujib, mesin pemulasaran jenazah Covid-19 ditempatkan di RSUD Bangil. Di mana pada prinsipnya, mesin tersebut melindungi petugas agar pada saat memandikan jenazah, tidak terkena percikan air.

Mesin tersebut dirancang tertutup dengan dilengkapi pelindung kaca plus ada aliran air mengalir seperti pancuran. Air tersebut bisa mengenai seluruh permukaan kulit jenazah, dari segala arah.
“Ada alat berbentuk lingkaran untuk meratakan aliran air sehingga mengenai seluruh permukaan kulit jenazah,” ungkapnya.

Selain menyemprotkan air ke seluruh permukaan kulit, mesin ini menurut Mujib juga dilengkapi dengan alat yang bisa merubah posisi jenazah ke kanan dan ke kiri, tanpa dipindahkan dengan kontak fisik secara langsung.

“Kalau dulu dimiringkan oleh petugas secara langsung, tapi mesin ini bisa bekerja supaya jenazah bisa dimiringkan ke kiri dan kanan,” jelas Mujib.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Bangil, Arma Roosalina menjelaskan, sampai sejauh ini pihaknya masih memiliki 1 unit mesin pemulasaraan yang baru. Rencananya, dalam waktu dekat akan kembali diadakan sehingga bisa langsung digunakan sesuai jumlah kebutuhan.

“Sementara baru satu unit, rencana pengadaan 2 alat. Ini baru selesai, dan akan kami pergunakan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Ditambahkan Arma, selama pemulasaraan jenazah, pihak keluarga boleh menyaksikan secara langsung dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Yakni memakai masker dan face shield, serta melihat dari pintu masuk menuju ruang pemulasaraan jenazah Covid-19.

“Boleh dilihat oleh keluarga biar percaya. Jaraknya pun cukup jauh yakni sekitar 4 meter dari jenazah. Setelah dimandikan, maka keluarga juga boleh ikut menyalati dan mendoakan almarhum di tempat yang tak sama,” tutupnya. (mil/ono)