Tak Hanya Intervensi Gizi, Pemkot Pasuruan Perkuat Gotong Royong Cegah Stunting

7

Pasuruan (WartaBromo.com) – Upaya mencegah stunting tak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan. Dibutuhkan kepedulian bersama agar setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh sehat sejak awal kehidupannya.

Semangat itulah yang diusung Pemerintah Kota Pasuruan melalui Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), sebuah gerakan yang mengajak masyarakat ikut terlibat dalam pendampingan anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, saat menghadiri kegiatan Genting yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota Pasuruan di Gedung Gradika, Kamis (25/6/2026).

Dalam sambutannya, Adi menegaskan bahwa stunting masih menjadi salah satu program prioritas pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Karena itu, penanganannya tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga.

“Stunting bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi kondisi yang harus dicegah dan diperbaiki bersama. Tanggung jawabnya bukan hanya pemerintah, tetapi juga orang tua, kakek-nenek, dan seluruh keluarga yang terlibat dalam tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Mas Adi menjelaskan, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif. Oleh sebab itu, pemenuhan gizi yang seimbang, lingkungan yang bersih, dan pola pengasuhan yang baik menjadi fondasi utama dalam mencegah stunting sejak dini.

Ia mengingatkan agar orang tua tidak sekadar memastikan anak kenyang, tetapi juga memperoleh makanan yang sehat dan bergizi. Menurutnya, upaya pencegahan bahkan harus dimulai sebelum masa kehamilan.

“Kita semua tentu ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang baik. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, bahkan sebelum memasuki masa kehamilan,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak, Pemkot Pasuruan juga mengoptimalkan berbagai program, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran program tersebut diharapkan mampu memperkuat intervensi pemerintah dalam menekan angka stunting.

Di sisi lain, Mas Adi mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk ikut menjadi bagian dari solusi melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk saling membantu. Apa yang kita miliki hari ini dapat menjadi manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya anak-anak yang berisiko stunting,” tuturnya.

Program Genting yang dijalankan DPPPAKB Kota Pasuruan saat ini masih memasuki tahap awal dengan menyasar 10 anak yatim dan piatu yang terindikasi stunting. Kondisi tumbuh kembang mereka akan dipantau secara berkala sebagai dasar evaluasi sekaligus menentukan bentuk intervensi lanjutan apabila diperlukan.

Melalui gerakan ini, Pemkot Pasuruan ingin membangun budaya kepedulian terhadap tumbuh kembang anak. Harapannya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga para dermawan dapat menjadi kekuatan bersama untuk menekan prevalensi stunting sekaligus menciptakan generasi Kota Pasuruan yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas. (jun/**)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.