Pemkab Probolinggo Siapkan Rp4 Miliar untuk Revitalisasi SPAM Tancak

920

Tiris (wartabromo.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyiapkan anggaran senilai Rp4 miliar untuk SPAM Tancak Tiris. Dana tersebut digunakan sebagai alokasi revitalisasi, karena sejumlah komponen mengalami kerusakan.

“Estimasinya sampai segitu, itu pun kalau diserahkan ke Pemkab,” ujar Kabid Kawasan Permukiman pada Dinas Perumahan, Pemukiman dan Kawasan (Perkim), Kabupaten Probolinggo, Ruli Nasrullah pada Rabu, 12 Agustus 2020.

Ia mengatakan, SPAM Tancak ada sekitar 10 titik yang memerlukan perbaikan. Di antaranya berupa penggantian mechanical joint pipa HDPE. “Ada kebocoran yang disebabkan oleh sambungan pipa yang lepas, akibat elevasi atau beda tinggi permukaan tanah yang ekstrem,” terangnya.

Diketahui, SPAM Tancak terdapat 2 kali penanganan atau pembangunan sistem perpompaan yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. Yakni pada tahun 2008 yang di danai oleh APBN. Kemudian melalui sharing kegiatan dengan  Pemkab Probolinggo, dikembangkan jaringan pipa distribusi dengan diameter pipa 3-4 dim.

Selain itu, pengadaan tanah untuk ground reservoir sejumlah 7 buah. “Paket ini sudah berfungsi hingga sekarang, dengan melayani ribuan sambungan rumah. Untuk asetnya, sudah dihibahkan dan menjadi aset PDAM,” kata Ruli.

Paket pertama itu, dalam operasionalnya membutuhkan pasokan listrik yang menghabiskan dana sekitar Rp400 juta untuk membayar penggunaannya ke PLN.

“Untuk mengurangi biaya listrik tersebut, maka pada proyek Tancak kedua pada 2016, sistem perpompaan berubah ke sistem gravitasi,” ceritanya.
Ptoyek ini sedianya selesai pada 2017 lalu, tapi tak kunjung beroperasi hingga pertengahan 2020. Sebab, SPAM Tancak masih menjadi tanggung jawab dari Balai besar Wilayah Sungai Brantas.  Untuk pemeliharaan dan perbaikan dengan melibatkan Pemkab Probolinggo, PDAM kabupaten Probolinggo dan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, masih dalam proses perencanaan.

“Karenanya kami mengajukan penyerahan aset, agar kami bisa masuk dalam penanganan. Jika sudah diserahkan ke daerah, maka akan dihibahkan ke PDAM, seperti proyek yang pertama. Memang tujuannya ke sana, semoga saja ada titik terang terkait aset SPAM ini,” tandas mantan Kabid Bina Marga DPUPR itu. (saw/ono)