Belasan Desa di Pasuruan Mulai Dilanda Krisis Air Bersih

2583

Pasuruan (WartaBromo.com) – Musim kemarau mulai melanda Kabupaten Pasuruan. Akibatnya, belasan desa mengalami krisis air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati mengatakan, berdasar catatan BPBD ada 14 desa di 6 kecamatan, Kabupaten Pasuruan, yang dilanda kekeringan.

Di Kecamatan Lumbang ada Desa Wutulumbung, Desa Lumbang, dan Desa Cukurguling; Kecamatan Winongan ada 3 desa, yakni Desa Jeladri, Desa Sumberrejo, dan Desa Kedungrejo; Kecamatan Lekok ada 1 desa yakni Desa Pasinan.

Kemudian di Kecamatan Pasrepan kekeringan melanda 3 desa, yakni Desa Pasrepan, Klakah, Ngantungan; Kecamatan Kejayan ada 2 desa, yakni Desa Kedung Pengaron dan Desa.

Terakhir kecamatan yang terletak di wilayah barat Kabupaten Pasuruan, yaitu Kecamatan Gempol ada 2 desa yang dilanda kekeringan yakni Desa Wonosunyo dan Desa Bulusari.

Baca Juga :   BPBD Waspada Kekeringan di 6 Kecamatan

Tecto mengatakan saat ini BPBD rutin menyuplai air bersih kepada 14 desa tersebut. Kuota suplai air masing-masing desa tidak sama, tergantung kebutuhan masing-masing.

“Tergantung titik kekeringannya. Kalau cuma sedikit, misal hanya 1 kelompok masyarakat ya kita kasih 1 rit. Tapi kalau banyak kita buat 2 rit,” kata Tecto kepada WartaBromo, Minggu (16/08/2020).

Yang paling terdampak kekeringan, kata Tecto, adalah desa-desa di Kecamatan Winongan dan Kecamatan Lumbang. Di sana, sumber air hanya mengalir saat musim hujan saja, sedangkan musim kemarau sumber air kering sama sekali.

Selain itu, BPBD juga berkolaborasi dengan dinas terkait dan pihak swasta dalam menyuplai air bersih ini. Suplai air bersih ini, lanjut Tecto, akan rutin dilakukan sampai musim penghujan tiba.

Baca Juga :   Terkait Umbulan, Gus Irsyad Ajak Awasi Lingkungan Daerah Resapan Air

“Perkiraan kami sampai pertengahan November atau akhir November. Itu biasanya sudah musim penghujan,” imbuh Tecto. (tof/asd)