Karyawan Positif Covid-19, RSUD Waluyo Jati Kraksaan Tutup 3 Hari

3172
Salah satu ruang tunggu RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Kraksaan (wartabromo.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo menutup operasional selama 3 hari. Kebijakan itu menyusul didapatinya karyawan yang terinfeksi virus corona.

Penutupan itu dilaksanakan sejak Rabu, 19 Agustus 2020 pukul 00.00 WIB. Akan berlangsung hingga Jumat, 21 Agustus. Pada Sabtu, 22 Agustus pukul 00.00 WIB direncanakan sudah dibuka kembali. “Karena ada keluarga besar dari rumah sakit terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Juru Bicara Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Penutupan sementara pelayanan operasional itu, hanya berlaku bagi layanan gawat darurat. Pasien baru yang akan menjalani rawat inap di rumah sakit plat merah tersebut untuk sementara waktu juga tidak bisa mendapatkan pelayanan. Pasien yang sedang menjalani rawat inap tetap dilayani oleh tenaga kesehatan (nakes) yang tidak terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jadi hanya untuk kasus baru sementara dialihkan ke rumah sakit terdekat. Masyarakat tidak usah takut walau ke rumah sakit swasta. Kalau punya BPJS tetap tidak berbayar meski di rumah sakit swasta. Pemerintah menjaminnya,” terang dokter Anang.

Saat ini, pihaknya kata Anang, melakukan sterilisasi dan disinfeksi seluruh ruangan RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk kepentingan masyarakat dan tenaga kesehatan. Tracing kepada kontak-kontak erat pun dilakukan. “Sesuai arahan dari Ketua Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Penutupan layanan gawat darurat dan pasien baru bukanlah yang pertama kalinya terjadi di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Pada awal pandemi corona, rumah sakit yang berlokasi di Kelurahan Kandang Jati Kulon, Kecamatan Kraksaan itu, juga pernah melakukannya. Saat itu, juga ada nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jangan ragu untuk datang ke rumah sakit swasta karena kita sudah menyampaikan kepada seluruh direktur rumah sakit yang ada,” tandas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo itu. (saw/ono)