Mengkhawatirkan, Sampah Medis Ditemukan di Sungai Kedungrejo

1622

Bantaran (wartabromo.com) – Limbah medis dibuang di sungai Desa Kedungrejo, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Limbah, di antaranya berupa jarum suntik bekas ditemukan tercampur bersama sampah rumah tangga

Adalah mahasiswa Universitas Zainul Hasan (Unzah) Genggong yang menemukan sekantong limbah medis.
Limbah termasuk bahan berbahaya dan beracun (B3) itu, ditemukan Jumat (21/8/2020) pagi. Limbah medis tersebut dibungkus tas kresek hitam yang dimasukkan dalam karung menjadi satu dengan sampah lain seperti popok bayi dan sampah rumah tangga.

Limbah B3 tersebut teronggok di aliran sungai di sekitar jembatan Jalan Bantaran, Desa Kedungrejo. “Saat bersih-bersih kami temukan limbah itu. Ada botol bekas obat, hingga jarum suntik bekas. Ketika diangkat (dari sungai, red), bungkusnya rusak,” terang Dewi Puspa.

Dewi Puspa bersama Mukhlas, rekannya di Unzah, sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa itu. Bersih-bersih sungai merupakan kegiatan peduli lingkungan yang dilaksanakan bersama pemuda setempat setiap Jumat pagi. Yang menjadi sasaran adalah sungai desa yang kerap menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) oleh warga tak bertanggungjawab.

Untuk lokasi penemuan limbah B3, merupakan jalan penghubung Kecamatan Bantaran dan Kecamatan Leces. Tak jarang pengguna jalan dipergoki melempar sampah dari jembatan ke sungai tersebut.

“Biasanya dibuang oleh pengguna jalan. Bahkan saat kami bersih-bersih, ada sampah melayang di atas kepala,” tuturnya.

Abdul Hanan, salah satu relawan peduli sungai mengaku sangat terkejut dengan penemuan sampah medis di Sungai Dangkah di Dusun Kedungjamban, Desa Kedungrejo itu. Padahal, sampah medis cukup berbahaya dan pemusnahannya harus ditangani tersendiri.

“Kami tidak berani membawa pulang. Jadi saya tetap amankan sampah medis itu dekat tumpukan sampah lainnya. Karena saya dan teman-teman tidak tahu harus diapakan, maka sampah medis itu kami pisahkan dengan sampah lainnya,” ungkap pria yang juga ikut giat bersih-bersih itu.

Semula, kata Hanan, sampah yang diangkat dari sungai akan dikeringkan dulu. Setelah kering, sampah organik akan dipisah dari non organik. Sampah yang dapat didaur ulang akan dijual ke pengepul barang bekas.
“Rencananya, sampah-sampah itu kami bersihkan dari sungai dan diamkan lebih dulu supaya kering. Baru Jumat depan, akan dibakar atau diangkut ke tempat pembuangan sampah,” kata warga Desa Kropak, Kecamatan Bantaran. (saw/ono)