Dinkes Duga Sampah Medis di Sungai Kedungrejo Dari Nakes Praktik Mandiri

878

Bantaran (wartabromo.com) – Limbah medis di sungai Kedungrejo, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo diperkirakan dibuang oleh nakes praktik mandiri. Limbah B3 bercampur dengan sampah rumah tangga jadi catatan sederhana yang menjadi dasarnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menyikapi dengan serius penemuan sampah medis di Kecamatan Bantaran.
Kadinkes Kabupaten Probolinggo, dr. Shodiq Tjahjono menegaskan sudah menelusuri kasus pembuangan limbah medis yang dibuang sembarangan.

“Kami masih melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut. Segala kemungkinan ada,” ujar dokter Shodiq kepada wartabromo.com.

Dinkes, kata Shodiq, sedianya sudah bekerjasama dengan pihak ketiga bersertifikat, untuk mengelola limbah medis, baik dari puskesmas, pustu, dan polindesbdi Kabupaten Probolinggo. Sampah medis biasanya dimasukkan dalam safety box atau menggunakan tas plastik warna kuning.

“Lalu dikumpulkan ke puskesmas untuk selanjutnya akan diambil dan dimusnahkan oleh pihak ketiga,” terang mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP2KB) itu.

Pihak dinkes tak segan-segan memberikan sanksi kepada pelaku, berupa teguran hingga pencabutan izin operasionalnya. “Kalau ketemu orangnya atau institusinya tentu akan diberi sanksi,” tegas dokter yang suka fotografi itu.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, mahasiswa Universitas Zainul Hasan (Unzah) Genggong temukan sekantong limbah medis ketika bersih-bersih sekitar jembatan sungai di Desa Kedungrejo, Kecamatan Bantaran, pada Jumat (21/8/2020) pagi.

Limbah B3 itu, ditemukan dalam tas kresek hitam yang dimasukkan dalam karung. Terdiri dari jarum suntik bekas, botol vaksin, kapas, dan sejumlah barang lainnya, sampah medis menjadi satu dengan sampah lain seperti popok bayi dan sampah rumah tangga. (saw/ono)