Ini Deretan Mitos Larangan Saat Mendaki

6234

Pasuruan (Wartabromo.com) – Mendaki gunung mungkin menjadi salah satu hobi bolo warmo. Tapi, pernahkah bolo mendengar beberapa mitos terkait mendaki gunung?

Bagi yang belum pernah mendengar mitos apa saja yang mengiringi, yuk simak ulasan berikut.

1. Berkata kotor

Beberapa sumber menyebut, gunung dianggap sebagai paku bumi. Tak hanya itu, gunung juga dinilai menjadi juru kunci dari duni gaib. Itulah mengapa, bagi siapapun yang mendaki gunung dilarang berkata kotor atau berteriak-teriak. Konon, yang melanggar aturan tersebut akan bernasib sial.

2. Bersiul saat malam

Bukan rahasia lagi jika saat mendaki gunung harus menjaga sopan santun, termasuk tidak terlalu berisik bahkan jangan bersiul saat malam hari.

Baca Juga :   Seram! Ini Tembang Jawa yang Membuat Bulu Kuduk Merinding

Bagaimana tidak, siulan sesorang bisa saja mengundang hewan buas, atau bisa jadi ada makhluk gaib yang terpanggil.

Ih serem!

3. Hindari mendaki saat haid

Kalau satu ini diperuntukkan bagi kaum hawa ya. Bagi kaum hawa yang sedang haid, nampaknya harus mengurungkan niat untuk mendaki.

Pasalnya, ada mitos yang menyebutkan, jika ada perempuan tengah haid berada di hutan, maka akan ada banyak makhluk gaib yang mengikutinya. Konon, makhluk itu akan mengikuti bahkan ketika perempuan tersebut sudah sampai rumah.

4. Jangan gunakan parfum

Selain perempuan haid, mahkluk halus juga disebut-sebut tertarik pada aroma parfum. Bagi yang melanggar, biasanya akan mengalami halusinasi, konsentrasi juga akan tergangggu selama pendakian.

Baca Juga :   3 Misteri di Dunia yang Tak Pernah Terpecahkan

5. Jangan cerita soal hantu

Ketika mendaki bersama kawan, bertukar cerita saat mendaki sering dilakukan untuk menghilangkan penat. Tapi, hati-hati ya, jangan sampai bercerita tentang situasi gunung termasuk kejadian ganjil yang di luar nalar. Bukan apa-apa, cerita yang mengandung mistis bisa saja membuat kawan lain tidak nyaman dan merasa terganggu. Jadi, kalaupun ada kejadian horor simpan saja sampai balik ke pos awal pendakian.

Intinya sih, kalau mendaki jaga sopan santun dan jangan mengganggu jika tak mau diganggu ya bolo. Tetap hati-hati. (bel/may)