Sekitar 4 Ribu Ton Tembakau Probolinggo Berpotensi Tak Laku

1990

Paiton (wartabromo.com) – Sekitar 4 ribu ton tembakau diperkirakan tak terserap gudang. DPRD Kabupaten Probolinggo pun melarang keras gudang membeli tembakau luar daerah, karena serapan tembakau tak sesuai dengan hasil panen.

Hasil panen tembakau rajangan tahun ini diprediksi mencapai 11.400 ton lebih. Hitungan itu berdasarkan asumsi dari APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) Kabupaten Probolinggo. Di mana luas areal tanam mencapai 9.500 hektare. Tiap hektare diperkirakan menghasilkan 1,2 ton tembakau rajangan.

Sementara kapasitas gudang diperkirakan 7 ribu ton saja. Terhitung Gudang Garam dan Jaya Abadi (Djarum) masing-masing berkapasitas 2,5 ribu ton. Kemudian 3 gudang lainnya yang buka yakni CV Rejo Hasil dengan kapasitas 1.100 ton, dan CV Sumberanyar berkapasitas 500 ton. Kedua gudang ini berlokasi di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton. Selain itu ada CV Dwi Karya di Kraksaan dengan kapasitas 500 ton.

Baca Juga :   Terjadi Lonjakan Covid-19, Bupati Perintahkan Kapuskesmas Identifikasi Wilayah

Ditambah AOI di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan dengan kapasitas 400 ton. Gudang yang berafiliasi dengan PT Karya Dibya Mahardhika itu, baru akan buka pada 13 September mendatang.

Dengan total 7 ribu ton, maka ada potensi 4.400 ton lebih tembakau tak laku. “Kami minta pihak gudang tidak mengambil tembakau dari luar, sebelum yang di Probolinggo habis,” tegas Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Sugito pada Jumat, 4 September 2020.

AOI yang masih akan buka pada 15 September nanti, diminta untuk tidak membeli tembakau luar daerah. “Kami meminta gudang ini (AOI) tidak memasok tembakau dari luar, baik itu dari daerah Maesan Bondowoso ataupun Jember,” tegas mantan Camat Kraksaan itu.

Baca Juga :   Pemuda Blandongan Korban Penusukan Meninggal hingga Ratusan Penerima PKH Mundur | Koran Online 22 Nov

“Kemarin waktu kami sidak, ada pernyataan manakala ada petani dengan jumlah memenuhi dan kwalitasnya OK dan mau kirim sendiri, gudang siap menerima,” tambah Wahid Nurrahman, anggota Komisi II.

Terkait itu, Kepala Operasional Gudang AOI, Iba Suwasono menegaskan terus berkoordinasi dengan pihak pabrikan.

“Kami berusaha untuk terus melakukan komunikasi agar gudang tersebut bisa segera dibuka. Tadi kami sudah kirim email, semoga saja tanggal 15 September nanti sudah bisa dibuka,” ungkap Iba Suwasono. (cho/saw)