Deretan Risiko Melewatkan Sarapan, Serangan Jantung Hingga Obesitas

710

Pasuruan (Wartabromo.com) – Tak sedikit orang yang sengaja melewatkan sarapan lantaran sibuk atau sedang menjalankan program diet. Siapa sangka, kebiasaan tersebut menyimpan berbagai risiko kesehatan.

Sebagaimana diketahui, ketika beraktivitas, tubuh membutuhkan energi. Nah, energi itu bisa didapatkan dari sarapan.

Namun, ketika seseorang memilih untuk ‘menghilangkan’ sarapan, akan ada beberapa risiko kesehatan mengintai. Apa saja?

1. Sakit jantung

Mengutip detik, dalam penelitian yang dipimpin oleh Leah Cahill disebutkan, melewatkan sarapan memiliki risiko mengalami serangan jantung. Meski tingkat risikonya tak begitu mengkhawatirkan, sarapan dinilai dapat mengurangi risiko tersebut.

2. Diabetes tipe-2

Selain risiko serangan jantung, ternyata melewatkan sarapan juga berisiko terkena diabetes tipe-2. Hal tersebut diungkap dalam penelitian yang dilakukan fakultas kesehatan Universitas Harvard.

Ya, penelitian itu sengaja dilakukan untuk menemukan korelasi antara kebiasaan makan dan kesehatan. Hasilnya, seseorang yang tidak sarapan lebih berisiko terkena diabetes tipe-2

3. Obesitas

Tidak sarapan mendukung program diet? Eits, jangan langsung percaya ya.

Faktanya, penelitian menyebut, melewatkan sarapan pagi justru memberikan peluang lebih tinggi untuk menambah berat badan. Pasalnya, bolo akan lebih merasa lapar pada siang hari lantaran belum menyantap makanan saat pagi. Tak jarang, keinginan untuk konsumsi makanan manis dan berlemak juga lebih tinggi.

4. Tidak bersemangat

Dalam jurnal penelitian berjudul Physiological Behavior, tidak sarapan dapat memberi dampak negatif pada energi dan suasana hati. Hasil penelitian tersebut menunjukkan, orang yang tidak sarapan memiliki kemampuan ingatan dan tingkat kelelahan yang buruk.

So, pastikan tetap sarapan ya bolo untuk memulai hari. Pastinya, sarapan dengan menu sehat ya, jangan yang berlebihan. (bel/ono)