Saat 714 Warga Kelurahan Ini Dapat Bantuan, di Desa Ini Cuma 2 Orang

1170
ANTRE: Pencairan bantuan provinsi tahap dua di Kecamatan Bangil, Jumat (11/09/2020). Foto: asad asnawi.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Berbagai program bantuan dikucurkan pemerintah untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19.

Salah satunya, melalui program jaring pengaman sosial (JPS) yang berasal dari provinsi. Dimana, pekan lalu, pencairannya sudah memasuki tahap dua.

Di Kabupaten Pasuruan, total KPM (keluarga penerima manfaat) program ini mencapai sekitar 25 ribu. Persoalannya, sebaran KPM dinilai tak cukup proporsional.

“Masa di kelurahan jumlah KPM nya lebih banyak dari pada KPM di desa di wilayah timur Pasuruan. Padahal sampean tahu sendiri kondisi desa-desa di wilayah timur itu,” kata salah satu perangkat desa yang enggan disebut namanya.

Di Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil misalnya. Sebanyak 714 warga tercatat sebagai penerima JPS yang pembagiannya berlangsung pekan lalu.

“Sedangkan desa desa lain di timur, ada yang cuma 5 orang,” terangnya. Bahkan, Alastlogo, berdasar data WartaBromo.com, hanya ada 2 warga yang terdaftar sebagai penerima JPS.

“Ini kan kontras sekali. Apa iya warga Alastlogo lebih mampu secara ekonomi daripada warga Gempeng?” tanyanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Pasuruan, Suwito Adi tak banyak memberikan penjelasan terkait persoalan itu. Menurutnya, basis data JPS berangkat dari usulan dari bawah.

“Kalau kenyataannya yang diusulkan memang seperti itu, ya kami bisa apa. Nanti kalau usulan sudah masuk dan tidak dicairkan, nanti kami juga yang salah,” terang Kadinsos. (trm/asd)