Seorang Mahasiswa Jadi Korban Peluru Nyasar di Lekok

4901
SELAMAT: Anggota DPRD asal Fraksi NasDem, Eko Suryono (tiga dari kiri) saat menyambangi Alif (pakai kaus) yang menjadi korban peluru nyasar, Jumat (18/09/2020). Foto: istimewa.

 

Lekok (WartaBromo.com) – Seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Kota Pasuruan menjadi korban peluru nyasar saat melintas di kawasan Puslatpur, Grati.

Akibat kejadian itu, korban yang diketahui bernama Alif, warga Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan itu mengalami luka di betis kirinya.

“Betul, korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk pengambilan proyektilnya,” kata anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Eko Suryono yang sempat mengunjungi korban di kediamannya, Sabtu (19/09/2020).

Eko mengisahkan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/09/2020) sekira pukul 10. 00. Ketika itu, korban yang dari kampusnya bermaksud pulang. Kebetulan, untuk ke rumahnya, korban melalui kawasan Puslatpur.

Nah, sekitar 5 kilometer dari jalan raya, sebuah peluru tiba-tiba nyasar ke betis kirinya. Oleh pihak petugas yang ada di lokasi, ia kemudian dibawa ke RSUD Grati untuk mendapat penanganan.

“Dan ternyata memang ada sisa proyektil yang di dalam betis. Panjangnya sekitar satu sentimeter,” kata Eko yang merupakan politisi NasDem itu.

Eko mengatakan, pada akhirnya, pihak keluarga dan TNI AL mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan tidak memperpanjang.

Namun demikian, pihaknya berharap kepada pemerintah untuk segera mencari solusi terkait polemik sengketa lahan di sana. Terlebih lagi, insiden peluru nyasar bukan pertama kalinya terjadi.

“Untung saja ini betis yang kena. Makanya, ini kan harus ada solusinya. Pemerintah, baik daerah hingga pusat harus mencari cara bagaimana menyelesaikan persoalan ini,” kata Eko.

Belum ada penjelasan dari pihak TNI AL atau pemerintah atas kejadian ini. Termasuk, desakan untuk mencari solusi berkaitan dengan sengketa lahan di wilayah setempat. (trm/asd)