PBNU Minta Pilkada Serentak Ditunda

605

 

Jakarta (WartaBromo.com) – Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) meminta pelaksanaan pilkada serentak tahun ini ditunda. PBNU menilai di masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah sebaiknya memprioritaskan untuk mengatasi krisis kesehatan dan ekonomi.

Dalam surat pernyataan sikap PBNU yang didapat WartaBromo, Nahdhatul Ulama (NU) berpendapat penularan Covid-19 di Indonesia telah mencapai tingkat darurat.

“Maka prioritas utama kebijakan negara dan pemerintah selayaknya diorientasikan untuk mengentaskan krisis kesehatan,” demikian tertulis dalam surat tersebut.

Atas hal itu, pada pilkada serentak di Indonesia tahun ini yang dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, PBNU mengkhawatirkan rentan terjadi klaster penularan baru.

Hal ini bukan tanpa alasan. Momentum pesta demokrasi identik dengan mobilisasi massa. Kendati sudah ada pengetatan regulasi pengerahan massa, tapi fakta di lapangan menunjukkan, dalam pendaftaran calon kemarin misalnya, terjadi konsentrasi massa yang rawan menjadi klaster penularan.

Oleh karena itu, pertama, PBNU meminta kepada KPU RI, Pemerintah Pusat, dan DPR RI untuk menunda tahapan pilkada serentak hingga tahap darurat kesehatan terlewati. Meski akan dilalui dengan protokol kesehatan yang ketat, menurut PBNU, akan sulit menghindari konsentrasi massa dalam jumlah banyak.

Kedua, meminta untuk merealokasikan anggaran pilkada bagi penanganan krisis kesehatan dan penguatan jaring pengaman sosial.

“Selain itu, NU perlu mengingatkan kembali rekomendasi konferensi besar Nahdhatul Ulama tahun 2012 di Kempek Cirebon, perihal perlunya meninjau ulang pelaksanaan pilkada yang banyak menimbulkan madharat berupa politik uang dan politik biaya tinggi,” demikian tertulis dalam surat yang ditanda tangani Ketum PBNU Said Aqil Siroj dan Sekretaris PBNU Helmi Faishal Zaini. (tof/ono)