Mobil yang Ditabrak KA di Beji Baru Pulang Belanja untuk Acara Makan-makan

4889
HANCUR: Mobil Splash yang ditumpangi Rokhim dan keluarganya. Foto: istimewa.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kabar duka itu datang tiba-tiba. Minggu (20/09/2020) sore, Abdul Rokhim yang hendak pulang dari belanja dari Pasar Porong mengalami kecelakaan.

Mobil Suzuki Splash yang ia kemudikan tertabrak kereta api (KA) saat melaju di perlintasan Yonkav 8 Beji, Kabupaten Pasuruan.

Yema Susilowati (35) yang menjadi penumpang di mobil itu tewas seketika. Sementara anaknya, Rakha Gibran (5) selamat dan hanya mengalami luka ringan.

“Yang suami masih kiritis di rumah sakit Porong. Ini keluarga masih menunggu jenazah datang,” jelas Samsul Huda, paman korban saat ditemui WartaBromo.com.

Baca: Sekeluarga Dihantam Kereta Api di Beji

Sehari-hari, Rokhim dan keluarganya tercatat sebagai warga Kolursari. Namun, menurut kerabat, jasad Yema akan dimakamkan di kampung asalnya di Bekacak.

Di Kolursari, Rokhim membuka usaha bengkel kendaraan. Sedangkan Yema, membuka toko pracangan.

Huda mengatakan, sebelumnya, keluarga Rokhim sejatinya berencana menggelar makan-makan. Karena itu, Minggu (20/09/2020) ia berangkat ke Pasar Porong untuk belanja.

“Sebelum dhuhur itu saya dapat pesan kalau akan ada acara makan-makan. Mau bakar-bakar ikan. Jadi mereka belanja ke Porong,” jelas Huda dengan ekspresi sedih.

Karena itu, ia tak pernah menduga bila akhirnya rencana itu berubah menjadi duka. Bagi Huda, sebuah hal yang tidak biasa ketika Rokhim memilih melewati Jalan Yonkav 8.

Sebab, Rokhim yang tinggal di Kolursari biasanya biasanya melalui Pasar Bangil. “Sudah takdirnya, semoga diampuni dosa-dosanya, dan diterima amal ibadahnya,” kata Huda dengan nada penuh sesal.

Baca: Ini Kronologi dan Identitas Korban Mobil Tertabrak KA di Beji

Huda menjelaskan, pasangan Rokhim-Yema dikaruniai dua anak. Rakha Gibran yang ikut dalam mobil adalah anak kedua. Sementara anak pertamanya, Najiatul Maghfiroh, tak ikut karena mengaji.

Ketika media ini ke lokasi beberapa jam setelah kejadian, suasana rumah duka dipenuhi oleh peziarah dari keluarga dan tetangga. Mereka berharap Rokhim yang tengah dirawat di rumah sakit bisa melewati masa kritisnya. (trm/asd)