Trik Membeli Hunian Aman, No Tipu-tipu

956

 

Pasuruan (Wartabromo.com) – Memiliki hunian yang nyaman merupakan impian banyak orang. Terlebih, kondisi saat ini menuntut untuk mengerjakan segala sesuatunya di rumah.

Nah, sebelum memutuskan membeli rumah, ada baiknya mengikuti tips yang dikutip dari CNN Indonesia berikut.

1. Cek ‘kesehatan’ keuangan

Tentu, ketika memutuskan untuk membeli rumah harus mengetahui kemampuan finansial. Pastikan dana darurat aman, kewajiban masih bisa dipenuhi, serta kalau masih ada investasi harus tetap jalan.

2. Tentukan fungsi hunian

Ya, saat membeli rumah, pastikan terlebih dahulu apa fungsinya. Sebagai tempat tinggal permanen, atau akan disewakan nantinya. Pasalnya, fungsi hunian ini akan berkaitan dengan lokasi, insfrastruktur, bahkan konektivitas transportasi.

3. Cek fasilitas yang disediakan

Ketika akan membeli rumah, pasti menginginkan harga dengan kualitas terbaik. Inilah mengapa penting untuk memastikan fasilitas apa yang bisa dimanfaatkan, jangan terburu-buru.

Selain itu, jangan mudah tergiur harga murah, tapi tanpa sadar dompet jebol lantaran mengeluarkan uang lebih untuk membayar fasilitas lain. Jadi, pastikan hunian yang akan dibeli sudah memiliki fasilitas sesuai kebutuhan.

4. Pilih developer dengan reputasi baik

Siapa sih yang mau rugi lantaran developer properti abal-abal?

Pastinya, semua calon pembeli menginginkan kualitas hunian yang terbaik. Nah, hal itu biasanya berbanding lurus dengan developer dengan rekam jejak bagus. Pasalnya, developer yang reputasinya baik akan senantiasa berusaha menjaga nama baiknya. Termasuk, soal menyelesaikan proyek dan mempertahankan misi serta visi perusahaan.

5. Teliti ketentuan pembelian

Bukan rahasia lagi jika setiap penjual akan melakukan segala cara untuk menarik minat pembeli. Berbagai ‘rayuan maut’ pun sering diluncurkan.

Eits, jangan mudah tergoda ya bolo. Harus lebih teliti. Jika tak teliti, bukan happy malah gigit jari.

Jadi, pastikan sudah menanyakan segala pertanyaan teknis dan teliti setiap klausal pembelian. Mulai deri ketentuan uang muka, ketentuan bunga, seperti fixed rate hingga berapa lama pembayaran, acuan suku bunga floating, penalti untuk pelunasan lebih awal, hingga ketentuan teknis lain yang tidak boleh ada yang terlewat. (bel/ono)