Keputihan Berlebih Ketika Hamil? Ini Penyebabnya!

732

 

Pasuruan (Wartabromo.com) – Ketika hamil, salah satu tanda yang sering dirasakan yakni keputihan berlebih. Ternyata, tak semua keputihan selama kehamilan masuk kategori aman.

Mengutip kumparan, keputihan yang normal saat hamil biasanya berwarna putih bening, dan berbau ringan. Sementara itu, jika keputihan berwarna kuning pekat, hijau, atau abu-abu dan disertai gatal, bau busuk, pegal-pegal, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri panggul, maka harus diwaspadai. Pasalnya, hal tersebut tidak normal dan bisa jadi ada masalah kesehatan.

Lantas, apa penyebab timbulnya keputihan tak normal selama kehamilan? Berikut uraiannya.

1.Infeksi jamur

Vagina memang area sensitif. Kadar pH, air dan bakteri yang ada dalam vagina haruslah seimbang supaya tetap sehat. Jika ada salah satu yang terganggu, maka dapat meningkatkan risiko infeksi jamur (kandidiasis).

Sekadar diketahui, kandidiasis merupakan infeksi jamur yang menyebabjsn keputihan berwarna kuning-putih saat hamil. Infeksi ini biasanya disertai gatal, bengkak, pegal, kemerahan, dan sensasi terbakar selama buang air kecil.

2.Bacterial Vaginosis (BV)

Normalnya, bakteri baik akan mengendalikan bakteri jahat yang ada dalam vagina. Namun, ketika kondisinya berbalik, maka akan terjadi BV. Alhasil, cauran keputihan yang keluar berwarna kuning atau hijau. Aroma yang dikeluarkan pun busuk disertai rasa sakit dan timbul sensasi terbakar pada vagina.

3.Infeksi Menular Seksual (IMS)

IMS merupakan penyebab umum keputihan berwarna kuning saat hamil. Kondisi ini harus segera diobati ya bolo. Jika tidak, maka akan menimbulkan trikomoniasis, chlamydia, dan gonore.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, infeksi akan menyebar ke rahim, ovarium, dan saluran tuba. Akibatnya, cairan keputihan kuning disertai rasa sakit di bagian panggul, mual, kelelahan, dan buang air kecil yang menyakitkan.

Maka dari itu, apabila bolo ada yang mengalami keputihan yang tak normal, segera periksakan ke dokter ya.

Apabila tidak menginginkan kondisi seperti yang disebutkan sebelumnya, pastikan untuk melakukan langkah pencegahan agar area vagina sehat. Mulai dari senantiasa menjaga kebersihan dengan menyeka dari depan ke belakang ketika buang air kecil dan besar, membasuh miss v menggunakan air bersih, hingga memastikan organ kewanitaan tidak terlalu basah ketika memakai celana.

Tak hanya itu, pilihlah celana dalam berbahan katun yang mudah menyerap keringat. Jangan mudah stres, konsumsi makanan sehat dan minum air putih secukupnya juga penting dilakukan. (bel/ono)