Peringati Hari Batik Nasional, Adi Wibowo Kunjungi Pengrajin Batik Tulis Kota Pasuruan

754
APRESIASI: Mas Adi bersama istri mengapresiasi kualitas batik tulis buatan Sumini, pengerajin batik asal Bugul Kidul Kota Pasuruan.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober 2020. Momen untuk mempertahankan seni dan budaya luhur bangsa Indonesia ini juga terasa di Kota Pasuruan.
Momen ini direspons apik oleh Calon Wakil Wali Kota Pasuruan nomor urut 1, Adi Wibowo. Mas Adi – panggilan karibnya, Jumat siang (2/10) berkunjung ke salah satu pengerajin batik di Kota Pasuruan.

Kunjungan itu dilaksanakan sekitar pukul 13.30. Adi Wibowo bersama sang istri, Suryani Firdaus bersilaturahmi dengan pengerajin batik tulis asal Kecamatan Bugul Kidul yang bernama Sumini.

MEMBATIK: Mas Adi bersama istri belajar membatik dengan tekun dan telaten saat memperingati Hari Batik Nasional pada 2 Oktober.

Sumini memiliki UKM Batik bernama “Batik Innayah”. UKM ini didirikan sejak 2016 lalu. Di sini, batik khas yang ia kelola adalah batik Sirih dan batik Kepodang.

“Beberapa sekolah dan instansi pemerintah sering pesan ke kami,” kata Sumini di depan Mas Adi, istri dan pendukungnya.

EKSOTIK: Batik tulis yang dimiliki pengerajin Kota Pasuruan menurut Mas Adi kualitasnya tidak kalah dengan kota-kota lain.

Batik tulis buatan Sumini harganya bervariasi. Mulai ratusan ribu hingga mencapai jutaan rupiah. Selain mengandalkan pasar lokal, ia juga mulai merambah ke luar daerah, bahkan sempat ekspor ke luar negeri.

WAWANCARA: Usai melihat, belajar dan mengamati batik tulis di UKM Batik Innayah, Mas Adi menjelaskan kepada para wartawan bahwa perlu pembinaan yang riil dari pemerintah agar pengerajin batik di kota Pasuruan lebih semangat.

Sementara itu, Mas Adi menegaskan, kerajinan batik di Kota Pasuruan memiliki potensi untuk mendongkrak perekonomian, khususnya ekonomi rumah tangga.

BELAJAR BERSAMA: Kedekatan istri Mas Adi, Suryani Firdaus dengan pengerajin batik juga ditunjukkan dengan belajar membatik bersama.

Ia juga sempat mengamati karakter, tekstur, goresan dan cita rasa seni batik di UKM tersebut. Menurutnya, secara kualitas, batik di Kota Pasuruan tidak kalah dengan batik-batik yang sudah terkenal di beberapa daerah lain. Ke depan yang perlu digarap adalah mengembangkan lini pemasaran dan penguatan kapasitas pengerajin batik.

“Harapannya nanti kita semua bisa bersinergi. Pemerintah bisa memfasilitasi. Pembinaan secara reguler. Bukan hanya pembinaan dalam konteks keuangan, tapi juga pembinaan secara teknis. Dan yang tidak kalah penting adalah pemasaran,” kata Mas Adi meyakinkan. (tof/day/*)

Simak videonya: