Sebar Hoax Perselingkuhan, Tukang Keramik Setubuhi Siswi SMP

2681
Ilustrasi korban perkosaan. (Foto: google)

Probolinggo (wartabromo.com) – Seorang tukang bangunan berinisial M ditahan oleh Satreskrim Polres Probolinggo Kota. Sebab, ia menyetubuhi siswi SMP berbulan-bulan.

M, dijemput oleh petugas pada Jumat malam, 2 Oktober 2020. Pria beristri itu diciduk polisi, setelah keluarga Mawar (nama samaran), melaporkan perbuatan bejatnya ke polisi. Pihak keluarga berharap pelaku diganjar hukuman sesuai perbuatannya dan aturan yang berlaku.

“Saya tidak akan menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan, meski istrinya masih ponakan saya. Lanjut saja, biar kapok. Kekeluargaan? ya enggak lah. Harus dihukum seberat-beratnya. Dia yang merusak masa depan anak saya,” tegas A, orang tua Mawar pada Senin sore, 5 Oktober seusai melengkapi berkas di Polres Probolinggo Kota.

A yang tinggal di salah satu kelurahan di Kecamatan Kademangan, menyebut aib keluarganya terbongkar ketika F, anak perempuan nomor 2, datang ke rumahnya pada Jumat pagi. F datang bersama S, suaminya. Ia bermaksud menanyakan apakah Mawar berselingkuh dengan S, yang tak lain kakak iparnya. Mawar yang masih sekolah di salah satu SMP itu, tak mengaku meski didesak.

Pihak keluarga pun berinisiatif membawa Mawar ke salah satu kiai. Agar Mawar berterus terang kepada tokoh agama itu. “Siangnya korban dibawa ke kiai menantu saya. Begitu ketemu kiai, langsung roboh. Ya mungkin putri saya yang ketiga itu merasa punya salah,” tutur si ayah.

Usai salat Maghrib, S menelpon mertuanya dan memberitahukan jika adik iparnya sudah membuka mulut. Mawar mengaku tidak pernah menjalin asmara. Apalagi berhubungan intim dengan kakak iparnya.

Tapi sisww kelas 9 tersebut, mengaku dirinya sudah tidak perawan. Karena beberapa kali berhubungan badan dengan seseorang. Sayangnya, ia tak menyebut siapa yang pernah menjalin asmara dengan dirinya.

Pihak keluarga tak berputus asa untuk mengungkap siapa lelaki yang merenggut keperawanan Mawar. Mereka membawa putri ketiga A tersebut ke rumah ketua RT. Di rumah RT itulah, Mawar akhirnya buka mulut. Ternyata pelakunya tak lain adalah M, tetangga sekaligus suami sepupunya.

“Anak saya ngaku berhubungan dengan M sejak 2019. Dia melayani, karena diancam akan dibunuh oleh M kalau menolak,” terangnya dengan wajah pilu.

Malam itu juga, ketua RT memanggil ketua RW dan Babinkamtibma, serta Babinsa. Mereka lantas menjemput M yang sedang memasang ubin atau lantai keramik rumah tetangganya. M kemudian diinterogasi dan mengakui perbuatannya. Petugas kemudian mengamankan M ke Mapolres Probolinggo Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Ternyata yang menyebar informasi menantu saya menjalin asmara dengan adik iparnya, ya M itu. Enggak tahu, mungkin dia cemburu ke menantu saya,” tambah A.

Padahal menantu bersama keluarganya tinggal di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonboasih. Setiap pagi dari Senin hingga Sabtu, si menantu ke rumah A. Untuk mengantar anaknya yang sekolah TK di dekat rumah kakeknya. “Setelah mengantar anaknya, menantu saya langsung pulang dan berangkat kerja,” bebernya.

A berterus terang, tidak mengetahui kalau anaknya, berbulan-bulan menjadi budak nafsu M. Sebab, tidak ada tanda-tanda aneh pada diri korban. Ditambah lagi, A dan istrinya kerja sejak pagi hari.

“Di rumah sepi. Istri saya kerja berangkat pagi pulang sore. Saya kerja berangkat juga dan pulang habis mahgrib. Jadi di rumah kosong, tidak ada orang. Ya, hanya ada anak saya itu,” pungkasnya menahan duka. (saw/ono)

Catatan: nama-nama disamarkan untuk melindungi korban.