Normalisasi Kali Wrati, Warga Tolak Digusur

705
TAMPUNG ASPIRASI: Sosialisasi rencana normalisasi Kali Wrati dan Bangil Tak di Balai Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Kamis (8/10/2020) siang. Foto: Miftahul Ulum.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Normalisasi Kali Mati (Bangil Tak) dan Wrari segera dilaksanakan. Kamis (8/10/2020) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mulai menggelar sosialisasi.

Digelar di balai desa Kedungringin, kegiatan yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) itu dihadiri sejumlah pihak. Mula j dari direksi BBWS, Muspika Beji, hingga 30 perwakilan warga.

Perwakilan BBWS, Ima S., menyebut kegiatan yang digelar pukul 13. 00, itu dalam rangka mensosialisasikan rencana normalisasi Kali Wrati dan Bangil Tak.

“Sekaligus sebagai upaya inventarisasi dan identifikasi fakta di lapangan terkait lahan, bangunan dan kondisi sosial masyarakat terdampak,” kata Ima.

Fatkhur, Tenaga Ahli Sosial dan Ekonomi dari BBWS yang juga turut hadir menyampaikan, hasil diskusi tersebut natinya akan dipakai sebagai acuan sebelum proyek dimulai.

Fatkhur pun memastikan, pemerintah akan memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak.

“Tetap akan diberikan ganti untung bagi mereka yang lahan, bangunan dan tanamannya terdampak. Oleh sebab itu, tidak perlu khawatir,” terangnya.

Sejumlah perwakilan warga yang hadir turut menyampaikan uneg-unegnya. Salah satunya Henry Sulfianto. Kendati mendukung rencana normalisasi, ia keberatan bila kegiatan itu disertai penggusuran.

“Saya bangun rumah dari utang, Januari baru lunas. Setelah ini mau digusur, kalau ingin tidak banjir, bangun embung, keruk sungai Wrati, selesai,” ungkap Henry dengan nada menggebu-gebu.

Abdul Ghofur, warga lainnya juga menyuarakan hal yang sama. Ia berharap agar normalisasi tidak sampai mengenai rumahnya.

Atas keluhan warga ini, pihak BBWS memastikan untuk menampungnya guna dibahas lebih lanjut. (oel/asd)