Setor Rp674 Juta, Pelabuhan di Kota Probolinggo Dinilai Belum Optimal Berikan Sumbangan

676

Probolinggo (wartabromo.com) – Pendapatan pelabuhan di Kota Probolinggo menyumbang Rp674 juta. Hanya saja jumlah tersebut dinilai masih belum optimal menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).

Wakil Wali Kota Probolinggo HM. Soufis Subri mengungkapkan, sumbangan pendapatan itu didapat dari pajak bumi dan bangunan (PBB) yang dibayarkan pelabuhan untuk tahun 2019. Nominalnya mencapai Rp674.881.585.

“Yang berkontribusi untuk sektor PAD yaitu pelabuhan DABN (Pelabuhan Probolinggo) dan pelabuhan baru (Pelabuhan Perikanan Pantai),” ujar Subri pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Pelabuhan di Kota Mangga ini, terdiri dari 3 pelabuhan, yakni Pelabuhan Probolinggo, Pelabuhan Tanjung Tembaga, dan Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan. Diketahui, pelabuhan-pelabuhan tersebut tidak dikelola langsung oleh Pemkot Probolinggo.

“Secara langsung terhadap PAD keberadaan 3 pelabuhan belum optimal, karena operator pelabuhan tersebut bukan pada pemkot. Tapi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat,” sebutnya berdalih.

Subri yakin PAD dari pelabuhan akan meningkat, jika Pemkot Probolinggo mampu menyediakan tanah di sekitar pelabuhan. Baik lahan yang diperuntukkan bagi pergudangan maupun industri.

“Selain itu, Pemkot Probolinggo mendapat multiplayer effect dari operasional 3 pelabuhan. Antara lain seperti masyarakat bisa bekerja di sektor kebutuhan pelabuhan, baik perdagangan dan jasa,” optimisnya.

Saat ini, ada 189 tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan. Dengan rincian 187 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Data itu, tercatat melalui sistem informasi wajib lapor perusahaan (SIWALAN) di Dinas Tenaga Kerja. (lai/saw)