Disambut Jingle Lagu Karya Milenial, Mesin Politik Bergerak Maksimal

546
DISAMBUT JINGLE LAGU: Kedatangan Adi Wibowo di wilayah Gadingrejo disambut antusias dengan menyanyikan jingle lagu.

Pasuruan (Wartabromo.com) – Pasangan Gus Ipul-Mas Adi seakan tak ada matinya. Pagi, siang bahkan malam hari, selalu berkeliling. Mereka hadir memenuhi undangan untuk menyapa warga Kota Pasuruan

Warga yang ditemui pun bervariasi. Kadang kalangan bapak-bapak, emak-emak. Kaum muda milenial, bahkan campuran. Nah, yang ditemui Mas Adi di JL Kiai Sepuh, Gadingrejo pada Selasa (13/10), rata-rata kalangan milenial. Rata-rata mulai 17 tahun atau di bawah 30 tahun.

DISUKAI MILENIAL: Adi Wibowo menyalami pemuda yang hadir saat temu warga di Temborejo tadi malam.

Karena semangat muda, cara penyambutannya pun berbeda. Saat Adi berada di halaman rumah, para kaum milenial ini menyambut jingle dari lagu yang diaransemen mereka sendiri.

“Ayo dulur podo elingo
Wulan desember tanggal songo
Milih pemimpin sing dipercoyo
Mbangun kota maju lan joyo,”

Begitu penggalan jingle lagu yang mereka lantunkan. Tentu saja, Adi menyambut hangat kekompakan mereka. “Mas Munif (koordinator tim media, red), kreasi teman-teman muda kita yang barusan ini tolong diapresiasi ya. Ada lagu-lagunya. Kita bisa berkenalan lebih dekat lagi,” seloroh Adi yang disambut gegap gempita kaum milenial yang hadir.

ENERGIK: Semangat Adi Wibowo dalam menyapa warga selalu disupport lima partai di parlemen, partai non parlemen dan para relawan.

Dirinya menilai, bahwa karya lagu itu adalah bukti kreativitas yang tumbuh di Kota Pasuruan. Khususnya di bawah Ketua Kepemudaan Partai Golkar, Sutirta.

Saat memberikan sambutan, Adi Wibowo menjelaskan, jika pilkada adalah pertarungan ide gagasan, konsep matang, visi-misi tentang pembangunan Kota Pasuruan. “Kita patut bersyukur, bahwa pasangan Gus Ipul – Mas Adi berkompetisi dalam pilkada dengan memilih bertarung dalam domain politik ide gagasan. Kita ingin gagasan besar menjadi pilihan yang harus diperjuangkan mayoritas masyarakat Kota Pasuruan,” tegasnya.

MENYIMAK: Para warga Tembokrejo terus menyimak paparan dan visi misi paslon Gus Ipul-Mas Adi kendati sudah malam hari.

Gagasan yang dimaksud Adi adalah Pasuruan menuju Kota Madinah. Sebuah akronim dari Maju, Damai, Indah, dan Harmoni. Maju ekonominya. Indah Kotanya. Dan Harmoni warganya. Konsep ini juga tertuang dalam visi dan misi. Action plan nya tertuang dalam program kerja nyata.

Bahkan, dalam pamflet yang disebarkan Adi kepada yang hadir juga tertuang 9 program prioritas jika Gus Ipul-Mas Adi dipercaya memimpin Kota Pasuruan untuk 5 tahun ke depan. “Panjenengan juga sudah pegang pamflet atau buku kecilnya. Di situ juga ada lembaran berisi 9 fakta tentang Gus Ipul dan Mas Adi,” ungkap Adi.

Setelah di Gadingrejo, tadi malam Adi Wibowo bergeser untuk berjumpa warga Tembokrejo, Kecamatan Purworejo. Di Tembokrejo, Adi memuji kesolidan mesin partai yang bekerja secara maksimal.

Mesin partai yang dimaksud adalah lima partai pengusung yang ada di parlemen. Mereka adalah PKB (8 kursi), Golkar (7 kursi), PKS (3 kursi), PAN (2 kursi), dan PPP (1 kursi). Total menguasai 21 kursi di antara 30 kursi yang ada di DPRD Kota Pasuruan.

“Itu berarti partai pengusung sudah 70 persen kursi di dewan. Tentu suara partai menjadi representasi suara masyarakat. Kalau ini linier dengan perolehan suara masyarakat, maka minimal perolehan suara Gus Ipul-Mas Adi bisa mencapai 70 persen. Dan saya yakin mesin politik kita bekerja maksimal,” cetusnya sambil dibarengi tepuk tangan yang hadir.

Adi juga berterima kasih dengan antusiasme partai non parlemen serta para relawan. Ia menyebut ada Ansori Media Center (milik Achmad Anshori), lalu, Bina Masyarakat (milik Ismail Nachu), Gema dan yang lain.  “Bila kekuatan ini kita satukan, tentu bisa menjadi energi yang luar biasa,” tegasnya.

Mengenai gelaran pilkada tahun ini, menurutnya bukan hanya rame atau euphoria semata. Namun ia menginginkan bagaimana masyarakat memahami tentang visi dan misi calon pemimpinnya.

“Kota Pasuruan saat ini butuh strong leadership. Butuh kepemimpinan yang kuat. Pemimpin yang punya kapasitas. Punya pengalaman. Jam terbangnya sudah tinggi. Dan jangan lupa, butuh konektivitas. Jaringan yang kuat antara daerah dengan pemerintah pusat, dan provinsi. Jika itu bisa dipahami masyarakat, Kota Pasuruan insyaallah akan menjadi kota yang berubah lebih baik,” tegasnya meyakinkan. (day/*)