Yuk Nikmati Keindahan Bukit Watu 99

2183

Kotaanyar (wartabromo.com) – Bingung mau liburan di akhir pekan? Coba deh ke Bukit Watu 99 di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Selain gratis, pesona negeri di atas awan sangat mempesona.

Wisata ini dikembangkan ketika pandemi corona melanda Bumi Rengganis.
Bukit ini terletak di Dusun Kembang yang berjarak sekitar 14 km dari pertelon Gudang Garam Paiton. Akses termudah dari jalur Pantura Probolinggo-Situbondo. Mulai digarap oleh pemuda setempat sekitar bulan Juli lalu. Tak heran namanya masih asing bagi para penyuka traveller. Destinasi yang tak mahal, karena hanya cukup bayar parkir senilai Rp2 ribu.

“Inisiatif bersama sejak pandemi Covid-19 melanda, agar para pemuda disini tetap memiliki penghasilan, meskipun tidak keluar untuk bekerja. Masih 8 orang desa yang kami rangkul untuk mengelola,” sebut Abdul Kholik, selaku koordinator.

Keindahan lereng pegunungan Argopuro atau Hyang menjadi salah satu daya tarik bukit ini. Berada di ketinggian lebih dari 1.000 mdpl menawarkan sensasi luar biasa. Dimana awan berarak mengelilingi lereng gunung. Bahkan hamparan pemukiman di bawahnya seakan tertutup awan.
Ada beberapa spot yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk berswafoto ria. Sembari menikmati keindahan dan kesejukan udara pegunungan.

Tak lupa, pengelola memasang pagar pembatas. Supaya pengunjung tidak was-was terjatuh ke jurang.
Lokasi ini juga cocok bagi yang suka berkemah dan ingin menikmati keindahan langit di malam hari. Pengelola menyediakan pemandu dan penjaga, tarifnya cukup murah yakni Rp5 ribu per orang. Sebab, lokasi itu jauh dari keramaian warga, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Karena lokasinya jauh dari keramaian, kalau ada yang mau camping atau kemah, kami minta beberapa pemuda untuk menjaganya. Sebagai upah lelah, kami hanya minta lima ribu rupiah untuk satu orang penjaga. Kalau untuk yang lainnya tidak ada ongkos,” terang Kholik.

Untuk sampai ke Bukit Watu 99 ini, wisatawan tak perlu khawatir, karena akses jalannya tidak rumit. Dari tugu batas Pecamatan Kotaanyar, pengunjung berkendara selama 1 jam, jika membawa mobil. Roda 2 lebih cepat. Apalagi untuk sampai lokasi itu, mobil tidak dapat masuk langsung.

“Kalau naik mobil akan parkir di rumah saya, kemudian diantar pakai sepeda motor sekitar 5 menit ke lokasi tanpa ongkos. Parkir saja itu kami tarik seikhlasnya, mau bayar tidak apa-apa tidak bayar juga tidak apa-apa,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, sejak 3 bulan lalu lumayan pengunjung meski terbilang baru, kecuali hari Minggu pengunjung bisa sampai 200 orang atau lebih. Maklum namanya juga masih wisata baru,” tandas pemuda berusia 35 tahun tersebut.

Camat Kotaanyar, Teguh Prihantoro mengaku cukup senang dengan inisiatif pemuda Desa Tambak Ukir itu. Pandemi corona, kata Teguh, memberikan pelajaran bagi warga untuk berinovasi. Sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan zaman yang berjalan.

“Nanti kita bisa dengan pelatihan-pelatihan agar lebih profesional. Termasuk mempromosikan lokasi itu. Tujuannya supaya mampu menggerakkan ekonomi warga sekitar dan mengenyam kemiskinan di desa tersebut,” ujar Teguh secara terpisah. (cho/saw)