Emak-Emak Aksi Teaterikal Keluhkan Banjir, Gus Ipul Tawarkan Solusi

883
SEMANGAT: Gus Ipul tampil mengenakan blankon saat menyapa warga Darmoyudo Kelurahan Purworejo, Sabtu malam (17/10).

Pasuruan (Wartabromo.com) – Kehadiran Saifullah Yusuf (Gus Ipul) selalu disambut hangat oleh warga Kota Pasuruan. Terutama kalangan emak-emak-sebutan para ibu. Di Kawasan pemukiman Jl Darmoyudo Kelurahan/Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan.

Saat hadir di pemukiman warga, Gus Ipul disambut dengan dikalungi kembang melati. Kemudian saat acara berlangsung, emak-emak tampil di atas panggung untuk aksi teaterikal. Dari aksi itu, pesan yang mau disampaikan emak-emak adalah banjir yang kerap mereka rasakan hampir tiap tahun.

TAWASSUL: Gus Ipul bersama tim pemenangan berziarah ke makam Darmoyudo, salah satu tokoh yang babat alas Pasuruan.

Ya, kawasan permukiman warga, terutama RW 01 Darmoyudo, hampir tiap tahun selalu disapa banjir, lantaran permukiman warga ini berada di bantaran Sungai Gembong. Sungai yang membelah Kota Pasuruan.

Di akhir aksi, emak-emak menyelipkan pesan, penanganan banjir dianggap hanya seremonial. Saat banjir dating, banyak pejabat datang. Saat banjir surut atau pergi, tak ada satupun pejabat yang lagi peduli.

“Luar biasa penampilan emak-emak tadi. Tadi meskipun tampil sederhana, tapi mendalam pesannya. Inti dari pesan emak-emak ini pengen dapat perhatian masalah banjir ini. Paling tidak, ada arah yang dapat dimengerti. Arah penanganan banjirnya bisa terukur,” ujar Gus Ipul Sabtu (17/10) atau tadi malam.

Sebelum menemui para warga, Gus Ipul bersama tim pemenangan lebih dulu berziarah ke makam salah satu tokoh Pasuruan, Darmoyudo. Makamnya berada di wilayah dekat pemukiman warga di Jl Darmoyudo.

BERSAMA EMAK-EMAK: Hampir di semua kampanye Gus Ipul selalu dihadiri emak-emak. Bahkan emak-emak pun berani menyampaikan keluhannya dengan aksi teaterikal tadi malam.

Saat menyapa warga, Gus Ipul ingin membuat warga merasa bahagia. Salah satu caranya, ia mengajak menyanyi bersama lagu berjudul “Syukur”. Dari yakin ku teguh. Hati ikhlas ku penuh. Akan karunia-Mu. Dan seterusnya…”.

Setelah itu, Gus Ipul juga mengajak bernyanyi lagu-lagu yang familiar. Seperti Tanjung Perak. Disini senang. Di sana senang. Meski lirik lagunya digubah sedikit untuk menyesuaikan dengan nomor urut pasangan calonnya. “Iwak peyek sego tahu. Sampek tuwek tetap nomor 1,” seloroh Gus Ipul sembari berpantun Jawa.

DEKAT WARGA: Ketua tim pemenangan, H Junaedi menyampaikan sambutannya dihadapan warga pemukiman Darmoyudo.

Dalam menyapa warga tadi malam, Gus Ipul tetap didampingi sejumlah tim pemenangan dari lintar partai. Ada H Junaidi (Ketua tim pemenangan/PKB), H Toyib (Golkar), Ismu Hadiyanto (PKS), Helmi (PAN), perwakilan dari PPP dan Indra Bayu dari tim hukum.

“Ada empat prinsip yang ingin kita bangun untuk Kota Pasuruan. Pertama, membangun kebahagiaan. Kedua, menebar kebaikan. Ketiga, mengungkap fakta. Dan keempat mencari solusi,” tegas mantan Wagub Jatim dua periode ini.

DIAJAK WEFI: Gus Ipul melayani permintaan wefi bersama warga di sana.

Menurut Gus Ipul, empat prinsip ini perlu terus dijaga. Agar hidup menjadi berkah. Termasuk dalam mengungkap fakta yang terjadi di Kota Pasuruan.

”Cukup lama saya mendalami data-data dari Kota Pasuruan ini. Sebagai usaha mengungkap fakta. Bahwa dua tahun terakhir ini pengangguran di Kota Pasuruan terus meningkat. Ini betul apa betul? Angkatan kerja kita belum bisa diserap maksimal. Data ini disajikan oleh BPS didukung data-data dari penguat yang lain,” tegasnya.

Maka dari itu, lanjutnya, setiap masalah yang terjadi, perlu dicarikan solusinya. Misalnya soal banjir yang diungkap dalam aksi teaterikal ibu-ibu tadi. Ada masalah banjir yang ada di sekitar tempat ini. Setiap tahun datang tanpa ada arah penyelesaian yang jelas.

Sehingga masalah ini perlu diatasi bersama. Tidak hanya Kota Pasuruan saja. Melainkan dikoordinasikan dengan wilayah lain, provinsi hingga ke tingkat pusat.

Selanjutnya, masalah pelayanan kesehatan juga belum sesuai harapan. Menurut Gus Ipul, memang ada program BPJS kesehatan. Namun itu program nasional. BPJS juga penting.

Namun yang terpenting lagi adalah warga bisa mendapatkan layanan yang benar. “Bukan layanan yang pilih-pilih. Kalau pilih-pilih, masyarakat bisa tidak terlayani dengan baik. Ini bisa membuat masyarakat kecewa,” tegasnya.

Lantas apa solusinya? Gus Ipul menawarkan konsep Pasuruan menuju Kota Madinah. Akronim dari Maju, Aman, Damai, Indah dan Harmoni. Jika dipahami maknanya adalah Maju Ekonominya. Indah Kotanya. Harmoni Warganya.

“Arah pembangunan Kota Pasuruan ke depan adalah menuju Kota Madinah. Yang kita inginkan dari Kota Madinah adalah spiritnya. Semangat untuk membangun kotanya yang berubah menjadi lebih baik,” cetusnya disambut tepuk tangan semua yang hadir.

Gus Ipul juga menjelentrehkan konsep Kota Madinah secara detil. Salah satu yang menarik adalah menggabungkan antara wisata religi, wisata bahari, wisata sejarah, dan wisata kampung tematik.

“Namanya wisata, tentu para wisatawan butuh oleh-oleh. Butuh makanan dan minuman. Nah, jika wisata religi ini dikelola dengan baik, kemudian ditopang dengan wisata bahari, wisata sejarah dan wisata kampung tematik, maka lahan pekerjaan akan sangat terbuka di Kota Pasuruan,” cetusnya. (day/*)