Lagi, Nama Gus Irsyad Dicatut Penipu

1706

Pasuruan (WartaBromo.com) – Nama Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf kembali dicatut untuk aksi tipu-tipu. Kali ini, model penipuannya adalah permohonan dana untuk pengamanan pelaksanaan pilkada (pemilihan kepala daerah).

Aksi penipuan oknum tak bertanggung jawab tersebut berupa permintaan dana, ditujukan kepada seluruh pimpinan/direksi BUMN/BUMD/pelayaran/perindustrian/perhotelan dan jenis usaha lainnya se-Pasuruan. Lembar surat yang dimohonkan si penipu salah satunya tertanggal 17 Oktober 2020.

Permohonan sejumlah uang ini sepertinya tak main-main. Hal itu terlihat dari kop surat Bupati Pasuruan, lengkap dengan nomor, lampiran plus sifat permohonan yang penting dan segera, bahkan tandatangan plus cap stempel nama Bupati Irsyad Yusuf.

Inilah isi surat permohonan dana dari penipu :

Assalamualaikum Wr Wb.
Salam sejahtera.
Dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui APBD telah mengalokasikan anggaran untuk pengamanan pelaksanaan. Dalam NPHD yang sudah ditandatangani untuk penyelenggaraan Pilkada terdapat kekurangan dana dari nilai anggaran yang sudah disepakati. Maka dengan ini dihimbau kepada seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Pasuruan untuk berpartisipasi dalam pembantuan dana.
Hal tersebut akan diteruskan ke masing-masing pimpinan Direksi Perusahaan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
Menginformasikan rekening donasi ke seluruh pimpinan perusahaan
Bank : BRI (Bank Rakyat Indonesia)
Nama Rekening: JUWITA
Nomor Rekening: 5018-01-020835-53-8
Bantuan yang sudah terealiasi harap dilaporkan kepada Sekretaris Kabupaten Pasuruan . Jabe serta bukti pengirimnya untuk diakumulasikan dan diteruskan ke beberapa bidang pelaksana. Paling lambat tanggal 20 Oktober 2020.
Bukti pengiriman dalam bentuk photo (terang dan terbaca) dapat dikirim ke sdr.Juwita
Email : juwitahumas@gmail.com Hp (+62853-4188-1763)
Demikian disampaikan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Mengetahui hal ini, Bupati Irsyad mengaku geram dan menyayangkan aksi penipuan yang kembali mencantumkan namanya.

Irsyad menegaskan bahwa tindakan tersebut jahat dan surat permohonan itu hoaks atau palsu (tidak benar). Sehingga, pihak-pihak yang disasar tidak perlu menanggapi atau malah memberikan sejumlah uang sumbangan.

“Ini sudah dua kali kejadian di tahun ini. Beberapa waktu lalu ada juga aksi penipuan untuk kepentingan bantuan pondok pesantren. Nah sekarang malah untuk kepentingan pilkada. Saya tegaskan, itu semua hoaks dan kepada semua pihak yang disurati, untuk tidak ditindaklanjuti,” kata Irsyad, di sela-sela kesibukannya, Senin (19/10/2020).

Dengan kejadian ini, Bupati Irsyad mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Pasuruan agar lebih hati-hati dan jeli terhadap oknum yang berani mengatasnamakan pribadi, orang lain hingga sekelas kepala daerah.

“Saya imbau kepada semua masyarakat untuk tak mudah percaya dengan apapun informasi. Cek dan kroscek dulu kebenarannya agar kita tidak tertipu dan rugi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya menegaskan bahwa Pemkab Pasuruan telah melaporkan aksi penipuan ini ke Polres Pasuruan dan berharap segera menemukan pelakunya.

“Pagi ini langsung kita laporkan ke Polres Pasuruan. Dan semoga segera ketemu pelaku yang berani mengatasnamakan Bupati Pasuruan untuk niat jahat,” tegasnya.

Selain melapor ke kepolisian, Pemkab Pasuruan juga sudah meminta BRI Cabang Pasuruan untuk langsung memblokir nomor rekening pelaku dan sekaligus membuat surat pemberitahuan kepada seluruh pimpinan perusahaan/BUMN/BUMD/Pelayanan/Perindustrian se-Pasuruan.

“Kita sudah minta BRI Pasuruan untuk memblokir nomor tersebut. Selain itu, kita juga sudah mengirim surat pemberitahuan kepada semua pimpinan perusahaan, BUMN/BUMD di Kabupaten Pasuruan agar menyebar luaskan aksi penipuan berkedok Bupati Pasuruan ini,” ungkapnya. (mil/ono)