Pekerja Asing di Pasuruan Turun, Negara Mana Paling Banyak?

866
PIER di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan, salah satu kawasan industri yang sudah tidak muat lagi menampung industri baru. Untuk perluasan kawasan industri itu, Pemkab Pasuruan menyiapkan lahan sebesar 1.000 ha hingga 2.000 hektar di wilayah timur Pasuruan.

 

Pasuruan (Wartabromo) – Jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Pasuruan terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Dari data BPS: Kabupaten Pasuruan Dalam Angka 2020, menyebutkan tahun 2019, di Kabupaten Pasuruan terdapat 254 pekerja warga negara asing (WNA).

Jumlah pekerja TKA di tahun 2019 menurun dari dua tahun sebelumnya, di tahun 2018 tercatat 424 pekerja, dan di tahun 2017 sebesar 462 pekerja.

Bachtiari Perihatin, Kasi Penempatan dan Bursa Kerja Disnaker setempat, mengonfirmasi adanya 202 TKA yang bekerja di Kabupaten Pasuruan (20/10/2020) itu.

Ia menyebut ratusan TKA yang bekerja di wilayahnya merupakan tenaga ahli.

“Kami memastikan dari 254 TKA yang bekerja di Kabupaten Pasuruan, berada di sektor middle-up, yang pekerjaanya tidak bisa dikerjakan oleh tenaga kerja kita,” ungkapnya.

Bachtiar juga bilang, para TKA yang bekerja di perusahaan itu juga disertai pendamping dari tenaga kerja Indonesia. Tujuannya agar terjadi transfer knowledge antara ahli atau teknisi TKA kepada tenaga kerja Indonesia.

“Harus ada TKI pendamping, dengan tujuan agar ada transfer knowledge, sehingga nanti tidak memerlukan TKA lagi,” tambahnya.

Dalam publikasi BPS, tercatat di tahun 2019, TKA dari Kabupaten Pasuruan berasal dari berbagai negara (selengkapnya lihat infografis).

Meskipun begitu, pihaknya tetap melakukan pengawasan terkait TKA yang bekerja di Kabupaten Pasuruan apakah sudah ada pendamping TKI-nya, sehingga terjadi transfer pengetahuan dan keahlian.

“Contoh PT Etira, kemarin ada TKA dari India, dan sudah ada pendampingnya. Setelah kami cek, TKA dari India sudah pulang, karena pekerjaan tersebut sudah bisa ditangani oleh tenaga kerja kita sendiri,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ari, sapaan akrabnya, menyebutkan TKA yang bekerja di hanya bekerja sektor industri atau perusahaan. Di luar itu belum ada di bidang lain seperti atlet sepakbola atau tenaga pengajar dari asing.

“Rata-rata di Industri, sebagai direktur, komisaris atau teknisi ahli,” jelasnya kepada WartaBromo.com. Ia bilang, tidak ada perubahan data TKI di tahun ini. (oel/asd)