Gus Ipul Ziarah ke Makam Untung Suropati, Dinobatkan Warga Kehormatan Mancilan

1397
WARGA KEHORMATAN: Gus Ipul usai dinobatkan sebagai warga kehormatan kampung silat Mancilan. Gus.Ipul memperagakan jurus silat Kuntu dengan memakai senjata.

Pasuruan (Wartabromo.com) – Calon Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf kembali hadir di tengah masyarakat. Kali ini, pria yang karib disapa Gus Ipul ini berziarah ke makam Pahlawan Nasional yang dimakamkan di Pasuruan, Untung Suropati.

Kehadiran Gus Ipul disambut meriah oleh masyarakat setempat. Sekalipun, penyambutan ini dilakukan cukup sederhana dan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini sebagai antisipasi penyebaran COVID-19.

HARUS DILESTARIKAN: Eksistensi Silat Kuntu Mancilan harus dilestarikan sebagai kekayaan seni dan budaya Kota Pasuruan.

Usai berziarah dan berdoa ke makam Untung Suropati, Gus Ipul bergerak ke kampung silat Kuntu Mancilan. Kebetulan makam Untung Suropati juga tidak jauh dari makam pahlawan itu.

Di kampung silat itu, Gus Ipul diterima dengan hangat. Bahkan, dinobatkan sebagai warga kehormatan kampung silat Kuntu Mancilan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Sebagai warga kehormatan, Gus Ipul juga mendapatkan buah tangan berupa pusaka kecil yang disiapkan oleh warga Mancilan.

TETAP SAPA EMAK-EMAK: Dimanapun Gus Ipul menyapa warga disitu ada komunitas emak emak yang menyapa ramah.

Penobatan Gus Ipul sebagai warga kehormatan Mancilan ini dilakukan saat Gus Ipul blusukan menyapa warga dan perguruan silat itu pada Rabu malam (21/10). Sebelum penobatan, mantan Wagub Jatim ini disambut dengan penampilan pencak silat Kuntu khas Mancilan. Mulai dari pertarungan sesama pendekar, penampilan kekuatan maupun kekebalan tubuh pendekar.

CIAAAT: Gus Ipul bersama para pesilat asli Kuntu Mancilan, Pohjentrek kecamatan Purworejo pada Rabu malam (21/10).

Perguruan pencak silat melegenda ini sudah banyak menorehkan sejarah.
Kuntu adalah kepanjangan dari Rukun Bersatu. Padepokan pencak silat yang beragam di Kota Pasuruan zaman dulu, akhirnya bersatu dalam pencak silat Kuntu ini.

Menurut keterangan para pengurus perguruan, kesenian dan potensi khas Mancilan, Kota Pasuruan ini sudah mulai tergerus zaman. Popularitas pencak silat Kuntu khas Mancilan sudah mulai ditinggalkan. Bahkan, sudah mulai terpinggirkan seiring dengan perkembangan zaman.

Uluran tangan pemerintah tidak pernah datang. Dan membuat kesenian ini mulai ditinggalkan.
Mendengar keluhan itu, Gus Ipul mengaku siap menjadikan pencak silat Kuntu khas Mancilan ini menjadi salah satu ikon Kota Pasuruan. Dikatakan dia, dengan sejarah panjang, pencak silat ini adalah suatu warisan bangsa yaang luar biasa.

Ia bersama Mas Adi, siap melestarikan pencak silat Kuntu ini, ketika dipercaya dan diberi amanah memimpin Kota Pasuruan. “Saya prihatin karena potensi yang benar-benar ada, nyata dan sejarahnya panjang justru tidak diperhatikan. Justru dibiarkan tergerus zaman,” kesannya.

Ia sangat menyanyangkan hal ini. Padahal, pencak silat ini sudah punya nama besar dan pendekarnya cukup banyak, bahkan ada yang masih hiduo sampai sekarang. “Kalau mendengar ceritanya miris. Mereka selama ini berjuang sendiri. Bahkan tidak diberikan ruang ataupun kesempatan untuk tampil,” sambung dia usai kegiatan.

Gus Ipul menyebut, akan berusaha mempromosikan dan mengembalikan kejayaan pencak silat khas warga Mancilan ini ketika nanti terpilih sebagai Walikota Pasuruan.

“Akan kami carikan caranya. Tapi, sederhananya, kami akan menampilkan seni pencak silat khas warga Mancilan ini di acara – acara pemerintah. Harapannya, agar Kota Pasuruan juga dikenal sebagai salah satu basis pencak silat,” urainya.

Ia berjanji akan menjadikan pencak silat sebagai salah satu warisan budaya khas Mancilan yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. “Jadi bukan hanya sekadar diminati saja. Tapi nanti akan kami rumuskan bagaimana pencak silat juga bisa menjadi ajang kebolehan mengukir prestasi untuk Kota Pasuruan,” cetusnya.

Gus Ipul mengakui, sejak kecil memang suka dengan pencak silat. Namun, tidak menggelutinya, hanya sebatas suka menyaksikan pertandingan pencak silatnya.

“Bagi saya pencak silat ini menggambarkan bukan hanya sebatas olahraga. Tapi kombinasi keindahan, kesenian, hiburan dan nilai – nilai perjuangan,” tutupnya. (day/*)