Semarak HSN di Kota Probolinggo

444

Probolinggo (wartabromo.com) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 dirayakan dengan meriah di Kota Probolinggo. Wali Kota Probolinggo mengajak santri untuk berperan aktif dalam pencegahan Covid-19.

Rangkaian HSN ke-6 di Kota Probolinggo diawali dengan upacara bendera di Kantor Wali Kota Probolinggo pada Kamis pagi, 22 Oktober 2020. Diikuti oleh 30 orang dari kalangan santri dan ASN Pemkot Probolinggo.

Kegiatan melibatkan perwakilan ulama pondok pesantren, ormas Islam dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Dalam upacara itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, mengajak para santri untuk berjihad dalam kesehatan. Menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta menjaga jarak. Mengingat pandemi Covid-19 belum dipastikan kapan berakhirnya.

“Jika ulama dan santri terdahulu berjihad melawan penjajah, maka hari ini berbeda kontennya. Jihad kekinian adalah jihad kesehatan untuk memutus penyebaran Covid-19. Mari disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Wali kota kemudian melanjutkan kegiatan dengan peresmian Museum Probolinggo menjadi Museum Rasulullah SAW di Jalan Suroyo. Museum ini menyajikan artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, serta kebudayaan asli Kota Probolinggo.

Usai itu, Klinik Kesehatan Nahdlatul Ulama (NU) di Jalan Mastrip juga diresmikan. Klinik tersebut diharapkan dapat melayani kesehatan masyarakat setempat. Meningkatkan kualitas kesehatan warga kota manggur (mangga dan anggur).

“Terima kasih kepada PCNU Kota Probolinggo yang telah mendirikan klinik kesehatan. Sinergi dapat lebih ditingkatkan, kami punya ambulan di semua kelurahan,” kata Hadi Zainal Abidin.

Semarak peringatan HSN 2020 ditutup dengan tabligh akbar di Puri Manggala Bakti (PMB) Kantor Wali Kota Probolinggo. Pengajian itu, juga menerapkan protokol kesehatan. Dilaksanakan mulai pukul 18.30 WIB.

Sebelum puncak peringatan HSN, Pemkot Probolinggo bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat, menggelar lomba-lomba islami. Sedikitnya ada 12 jenis yang dilombakan. Yakni Pencak Silat, Tartilul Quran, Adzan, Patrol, Membaca Kitab Kuning dan Pildacil. Kemudian ada Diba’, Cerita Kisah Nabi, Pidato Bahasa Indonesia, Hadrah, Musik Islami, dan Vlog.

Aneka lomba itu, diikuti oleh siswa SD (Sekolah Dasar), MI (Madrasah Ibtidaiyah), Madin (Madrasah Diniyah) dan TPQ (Taman Pendidikan Alquran) se Kota Probolinggo. Seleksi awal dimulai sejak 1 hingga 14 Oktober secara virtual.

Selama seleksi dilakukan secara virtual. Baik rekaman video atau langsung live melalui aplikasi media sosial. Babak final, dilaksanakan di Puri Manggala Bakti (PMB) Kantor Wali Kota Probolinggo pada 15 hingga 18 Oktober. (saw/adv)