Saat Satgas Covid 19 Probolinggo Ungkap Tips Aman Libur Panjang di Tengah Pandemi

1175

 

Pemerintah memutuskan 28 hingga 30 Oktober 2020 sebagai cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW. Libur panjang pun sampai Minggu (1/11/2020). Bagaimana menghadapi libur panjang di tengah pandemi Covid-19?

Sundari Adi Wardhana, Probolinggo

MULAI Rabu hari ini, masyarakat Indonesia, tak terkecuali warga Kabupaten Probolinggo, akan menikmati libur panjang hingga 5 hari mendatang. Destinasi wisata dan pusat keramaian lainnya dipastikan akan dipenuhi oleh pengunjung. Tidak menutup kemungkinan terjadi penyebaran Covid-19 secara masif.

Oleh karenanya Jubir Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Dewi Vironica menyarankan lebih baik liburan di rumah saja. “Menghabiskan liburan di rumah merupakan pilihan paling aman. Jika tidak ingin ribet dan tetap aman, ya di rumah saja. Utamakan kesehatan dan keselamatan diri dan keluarga,” pesannya.

Ia menyebut risiko sakit setelah liburan meningkat karena beberapa hal. Di antaranya karena kelelahan dan kurang istirahat. Kemudian interaksi dengan banyak orang, sehingga mudah terjadi transmisi virus.
Kontak dengan benda-benda umum yang mungkin terkontaminasi virus serta adanya perubahan iklim dalam beberapa hari ini.

“Saya menyarankan segera monitor gejala sakit saat atau setelah kembali dari bepergian. Sebagai bentuk antisipasi dini kesehatan,” sebut wanita yang karib dipanggil Viro itu.

Jubir Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Dewi Vironica.

 

Viro menjelaskan, manusia yang bertemu dengan orang lain atau kerabat yang tidak serumah tetap berisiko terjadi penularan Covid-19 antar. “Berlibur kemanapun tetap akan berisiko, apalagi saat musin hujan akan sulit mencari tempat outdoor,” ungkapnya..

Bagaimana agar tak berisiko terinfeksi virus corona? Begini tips Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo.

Pertama bila traveling menggunakan kendaraan pribadi, kemudian terpaksa mampir dan turun dari kendaraan, wajib memakai masker dan cuci tangan setelah menyentuh benda-benda umum.

Hindari tempat yang ramai dan carilah yang outdoor.
Bila menggunakan jasa kereta atau bis, sebaiknya selalu memakai masker, sering-sering pakai hand sanitizer. Juga hindari makan minum (membuka masker) di dalam bus atau kereta.

Jika liburan menggunakan pesawat, Viro menyarankan agar memilih maskapai yang memberlakukan protokol kesehatan ketat, yang juga mengurangi jumlah penumpangnya.

“Hati-hati saat menunggu di ruang tunggu pemakaian toilet dan selalu jaga jarak saat antri masuk dan keluar pesawat,” ingatnya.

Kalau liburan di rumah kerabat, pakailah masker selama berinteraksi dengan kerabat, terutama jika ada lansia di rumah tersebut. “Jangan berpelukan atau berjabat tangan. Hindari kontak fisik. Sebisa mungkin jaga jarak terutama bila ada anggota keluarga yang sakit,” ujar wanita kelahiran Banjarmasin itu.

Wanita berjilbab itu juga mengingatkan jika menginap di hotel atau villa. Ada baiknya memilih kamar di lantai tidak tinggi untuk meminimalkan penggunaan lift. Bawa sanitizer dan gunakan masker saat keluar kamar. Cukup aman bila tetap di kamar.

Selain itu hindari jam-jam yang tidak ramai bilamana ke kolam renang atau pantai. Menghindari penggunaan bersama benda-benda yang dipakai umum, seperti sewa ban, mainan, snorkel, atau alat makan.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo sendiri, telah melakukan verifikasi obyek wisata, hotel dan restoran yang ada di wilayahnya. Verifikasi itu, meliputi sarana dan prasarana, prosedur protokol kesehatan. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada klaster baru penularan virus corona. Lokasi yang sesuai, mendapat sertifikasi.

Pelaku wisata lainnya, semisal sopir jip, pemandu wisata, juga mendapat pelatihan terkait penerapan protokol kesehatan. “Jika itu didapati pelanggaran, otomatis mereka tidak bisa melakukan pelayanan wisata untuk sementara waktu. Karena kami terus memonitoring pelaksanaan protokol kesehatan di lokasi itu,” sebut Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto.

Selain itu, pelaku usaha juga diminta untuk mensosialisasikan dan edukasi tentang protokol kesehatan. Baik kepada pengunjung maupun bagi warga sekitar destinasi wisata. Semisal memakai masker, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta jaga jarak.

“Sosialisasi dan disiplin protokol kesehatan sangat penting diterapkan. Supaya pandemi corona segera berakhir. Sektor pariwisata pulih, ekonomi dan pendidikan pulih, maka semua sektor pulih juga,” tandas mantan Camat Tongas itu.