Libur Panjang, Penumpang KA Melonjak 60 Persen

530
Petugas mengecek suhu tubuh calon penumpang di stasiun Bangil, Jumat (30/10/2020). Foto: Miftahul Ulum.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Libur panjang akhir Oktober 2020 menyebabkan lonjakan penumpang kereta api di Stasiun Bangil. Dari pantauan wartabromo, sekitar pukul 08.10 (30/10/2020), kondisi stasiun cukup ramai oleh calon penumpang.

Menurut Kepala Stasiun Bangil, Hadi Purnomo, lonjakan penumpang pada libur panjang ini mengalami kenaikan sekitar 60 persen.

“Sebelumnya 300, sekarang sekitar 500 lebih,” ungkapnya saat ditemui Wartabromo, Jumat (30/10/2020).

Meskipun begitu, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan bagi penumpang yang akan naik kereta dari Stasiun Bangil.

“Untuk jarak dekat, pakai masker, suhu tubuh maksimal 37.3 derajat, dan jaga jarak,” tambahnya.

Hadi menjelaskan jumlah penumpang yang turun di Stasiun Bangil lebih banyak dari pada yang naik dari Stasiun Bangil. Data tanggal 29 Oktober 2020, penumpang yang naik sejumlah 509 penumpang, sedangkan yang turun sejumlah 568 penumpang

Sementara itu, Suprapto, Manajer Humas PT. KAI Daop 8 Surabaya menjelaskan, pada libur panjang kali ini, pihaknya menambah 2 perjalanan KA.

Lonjakan penumpang di wilayah PT. KAI Daop 8 Surabaya sudah terjadi sejak 28 Oktober 2020. Jumlah penumpang mencapai 16.919, sedangkan pada hari normal di masa pandemi jumlah penumpang antara 10.000-12.000.

“Lonjakan ini akan terus berlangsung hingga 1 November 2020, dan puncaknya akan terjadi sampai tanggal 1 November 2020,” terangnya saat dihubungi Wartabromo.

Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya telah mengoperasikan 23 KA jarak menengah dan jauh. Selain itu, pihaknya juga akan menambah 2 perjalanan KA jarak jauh relasi dari Malang menuju Jakarta pada 1 November 2020.

Kedua perjalanan tersebut adalah KA Majapahit relasi Malang – Pasar Senen dan KA Gajayana Fakultatif relasi Malang – Gambir.

Ia juga menghimbau agar calon penumpang mempersiapkan syarat untuk menggunakan trasportasi kereta api. Seperti rapid test sebelum hari keberangkatan.

“Kami berharap agar calon penumpang yang akan mengunakan layanan Rapid Test di stasiun, dilakukan H-1 sebelum keberangkatan. Hal ini demi kelancaran perjalanan dan agar tidak terjadi keterlambatan karena antre,” pungkasnya. (oel/asd)