Empat Fakta Lain saat Debat Pasangan Calon

1250
Dua pasangan calon menyapa pendukungnya seusai debat, Jumat (30/10/2020).

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Debat perdana antar pasangan calon (paslon) yang dihelat KPU Kota Pasuruan, Jumat (30/10/2020) malam berlangsung seru.

Dua paslon wali kota dan wakil wali kota saling beradu gagasan terkait upaya meningkatkan kesejahteraan warga Kota Pasuruan.

Tak jarang, acara yang berlangsung selama dua jam itu menyajikan sejumlah fakta menarik. Berikut beberapa fakta yang sempat terekam saat debat berlangsung:

1. Panggilan

Momen ini terjadi beberapa kali saat Teno merasa cukup menyampaikan paparannya atau memberikan penjelasan. Namun, karena waktu masih tersisa, Teno melimpahkannya ke pasangannya, M. Hasjim Asjari.

“Monggo, Pak Wawali,” kata Teno dengan gesture memberi kesempatan pasangannya untuk berbicara. Sedangkan Gus Ipul, kepada pasangannya, ia memanggilnya ‘Mas Adi.

2. Baju

Baik GIAT (Gus Ipul-Adi Wibowo) dan TEGAS (Raharto Teno Prasetyo-M.Hasjim Asjari) sama-sama mengenakan baju koko warna putih. Yang sedikit berbeda, baju yang dikenakan TEGAS terdapat sedikit bordir merah pada bagian dada sebelah kanan.

3. Soal Waktu

Debat antar calon sejatinya momentum bagi para calon untuk menjelaskan kepada calon pemilih atas program yang disiapkannya ketika terpilih nanti.

Dus, menunjukkan keunggulan masing-masing program dengan cara menanggapi atau bahkan mengkritisi program dari paslon lain.

Tidak mengherankan bila dalam gelaran debat, paslon acapkali kehabisan waktu untuk menjelaskan. Tapi, yang terjadi pada debat perdana, Jumat (30/10/2020) tidak demikian.

Pada pasangan TEGAS, tercatat beberapa kali waktu yang disediakan dibiarkan habis. Bahkan, ketika masih ada sisa waktu satu menit, pasangan ini membuangnya begitu saja tanpa dan tidak memanfaatkannya dengan baik.

Sebaliknya, paslon GIAT justru beberapa kali harus mengakhiri penjelasannya karena waktu yang dialokasikan habis.

4. Gesture

Ini terjadi pada Cawali Raharto Teno Prasetyo. Beberapa kali pandangannya tertuju ke bawah dengan gesture seperti orang yang sedang membaca. Termasuk, ketika menanggapi penjelasan GIAT terkait akreditasi faskes hingga kasus gizi buruk di Kota Pasuruan.

Hal itu berbeda dengan yang ditunjukkan paslon GIAT, yang lebih banyak melihat ke arah lawan debat. Atau bahkan pasangan Teno sendiri, Hasjim yang juga banyak melihat ke depan saat menanggapi. (tof/asd)