Film Story of Kale: Sudah Sehatkah Hubungan Asmaramu?

1234
“Apakah selama ini hubungan asmaramu sudah sehat? Atau malah ternyata membawa sesuatu yang buruk tanpa disadari?”

Oleh: Maya Rahma

LAMA menjalin hubungan dengan seseorang, bukan berarti sudah bisa disebut berjodoh. Seperti yang dirasakan Dinda dan Kale dalam Film Story of Kale.

Film ini bukan berisi cerita menye-menye percintaan. Meski mengurasi emosi, ada berbagai pelajaran yang bisa dipetik dan diteladani. Apakah selama ini hubungan asmaramu sudah sehat? Atau malah ternyata membawa sesuatu yang buruk tanpa disadari?

Bercerita tentang dua insan yang bertemu karena pekerjaan. Kale, seorang musisi dan Dinda yang merupakan manajer sebuah band. Setidaknya ada beberapa point yang bisa diambil dalam Film ini untuk sebuah hubungan asmara.

Kalau kamu tidak mengingingkan spoiler, boleh stop baca di sini. Namun jika kamu ingin melihat lebih jauh, mari simak dan baca satu per satu point.

  1. Toxic Relationship yang tak di sadari

Saat itu, Dinda yang menjalin kasih bersama Argo selama 5 tahun, diterpa masalah. Argo pun ngamuk dan membuat kerusuhan di konser yang Dinda naungi. Kerusuhan yang ada di sini benar-benar rusuh. Ada kekerasan di sana. Ya, selama berpacaran, Argo memiliki tempramen buruk dan sangat kasar. Dan Dinda merasa tidak ada yang salah dalam hubungannya. Inilah yang disebut toxic relationship tak disadari.

Dinda akhirnya sadar setelah bertemu dengan Kale. Saat Argo melakukan kekerasan terhadap Dinda, Kale membantu dan berujung saling pukul. Setelah itu pula, Kale menyadarkan Dinda hingga akhirnya keduanya menjaling hubungan.

Namun jalinan kasih tak sehat yang dialami Dinda dengan Argo, ternyata kembali dirasakan saat berhubungan dengan Kale. Hanya pola yang berbeda.

Bersama Kale, Dinda merasa tertekan. Ia terlalu mengatur kehidupan Dinda dan merasa apa yang dilakukan adalah hal yang benar. Selama sekitar 1,5 tahun berhubungan itu, Dinda pun dengan pasrah menerima segala keputusan Kale.

Meski akhirnya Ia menyerah dan berselingkuh karena sadar atas sikap Kale yang toxic. Ternyata, Kale susah disadarkan. Ia tetap bersikukuh mau menerima Dinda berselingkuh, asal mereka tetap bersama.

  1. Selesaikan masalah dengan dirimu

Kenapa Dinda baru sadar setelah bertemu Kale? Kekerasan dalam hubungan yang terjalin bersama Argo selama 5 tahun, apa tidak membuat Dinda stress?

Dari awal, kisah ini memang menguras emosi. Apalagi terhadap tokoh Dinda yang menurut penonton ‘bodoh banget’. Bisa menerima sang kekasih yang bertindak kekerasan terhadapnya.

Tapi semua itu memang ada penyebabnya. Dinda, menganggap kekerasan dalam sebuah hubungan adalah hal yang biasa. Orang tua Dinda yang jadi penyebabnya. Ibu Dinda selama ini mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Namun, tetap bertahan atas dasar cinta. Alhasil, Dinda menganggap kekerasan dalam sebuah hubungan itu wajar.

Lambat laun, Dinda pun sadar akan hal ini. Sehingga Ia ingin mengakhir hubungan dengan Kale. Ada yang harus diselesaikan dengan dirinya sendiri, sebelum menjalin hubungan. Dinda menyadari hal tersebut. Meski caranya juga kurang tepat, dengan berselingkuh. Walaupun belum diketahui, apa benar Dinda berselingkuh, atau hanya alasan saja.

  1. Bahagiakan dirimu sendiri, jangan bergantung pada orang lain

Lain pula dengan Kale. Kebodohan Kale yang mampu menerima pasangannya meski telah berselingkuh, juga efek dari hubungan bersama kedua orang tuanya. Kale, butuh perhatian Dinda karena selama ini diabaikan oleh orang tuanya. Ia pun merasa ‘bergantung’ dengan adanya Dinda di sisinya.

Dinda, pusat kebahagiaan Kale. Pria berkacamata ini merasa hidupnya tak akan bahagia jika tidak bersama Dinda.

Selama ini, secara tidak langsung ada banyak pasangan yang merasa demikian. Menggantungkan harapan, kebahagiaan pada orang lain. Padahal hanya kita yang bisa membahagiakan diri kita sendiri. Ciptakan kebahagiaan itu sendiri.

  1. Komunikasi itu penting

Dimanapun berada, komunikasi itu penting bolo! Baik dalam hubungan berpacaran, maupun pekerjaan. Dinda dan Argo yang sudah 5 tahun menjalin hubungan juga akhirnya kandas karena salah satu faktor ini. Kurangnya komunikasi yang baik bersama pasangan. Semua diselesaikan dengan kekerasan.

Sama halnya dengan Dinda-Kale. Dari awal meski bersama, keduanya tak saling jujur. Kale tak tahu menahu soal trauma Dinda dengan orang tuanya. Pun demikian dengan Kale. Semua terjadi karena tidak ada komunikasi yang baik. Hingga semuanya terungkap di akhir, saat hubungan keduanya sudah tak baik-baik saja.