Korban Banjir Gempol Mulai Keluhkan Kesehatan

695
Akses ke Perum Gompol Citra Asri (GCA) yang masih digenangi air setinggi lutut, Selasa (3/11/2020). Foto: Miftahul Ulum.

 

Gempol (WartaBromo.com) – Empat hari direndam banjir, warga Perum Gempol Citra Asri (GCA) mulai mengeluhkan soal kesehatan (3/11/2020).

Keluhan itu seperti disampaikan Hanik (40) dan Wiwik (31), dua warga yang tinggal di RT1 RW 25. Hingga Selasa (3/11/2020) pagi, belum ada petugas kesehatan dan obat-obatan tiba di lokasi.

Di rumah Hanik sampai pukul 08.30, masih terendam banjir setinggi 20 cm. Mobil dan perkakas rumah tangga miliknya juga terendam banjir.

“Minggu malam sudah mengungsi ke Porong, tidak bisa tidur, airnya setinggi dipan, kaki saya juga mulai gatal karena kutu air,” ungkapnya sambil menunjukan kakinya kepada WartaBromo.

Wiwik mengeluhkan belum adanya tenaga kesehatan dan obat-obatan yang diterima. Terutama untuk anak-anak yang masih rentan kesehatannya.

“Anak-anak sudah mulai diare dan demam, butuh tenaga kesehatan atau obat-obatan,” keluhnya.

Saat ini keduanya belum bisa melakukan aktivitas apapun seperti bersih-bersih atau memasak. Untuk makan, ia masih mengandalkan kiriman nasi bungkus dari dapur umum sehari dua kali.

Sementara itu, Santi (45) sudah mulai beraktivitas seperti memasak dan mencuci pakaian. Hari ini sudah bisa memasak karena air sudah mulai surut. Hal itu berbeda dengan sehari sebelumnya. Ia sama sekali tak bisa beraktivitas.

Ia menuturkan obat-obatan disediakan di balai RW, tidak didistribusikan ke warga. “Kalau saya beli sendiri obat gatal,” terangnya sembari menjemur pakaian yang baru di bilasnya. (oel/asd)