Mentan Luncurkan Ekspor Trypthophan Granule Produk CJI Senilai Rp 23 Miliar

1059
PANGSA PASAR EKSPORT: Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (ketiga dari kiri) meluncurkan ekspor Tryptophan Granule produksi Cheil Jedang Indonesia - Rejoso Pasuruan, siang tadi (3/11).

Pasuruan (Wartabromo.com)- Perusahaan yang berlokasi di Pasuruan, Cheil Jedang Indonesia (CJI) patut berbangga. Di tengah pandemi Covid-19 ini, perusahaan PMA asal Korsel ini mampu melakukan ekspor dengan produk Tryptophan Granule senilai USD 1,5 juta atau setara dengan Rp 23 Miliar.

Peluncuran ekspor juga terlihat lebih meriah. Karena yang melakukan adalah Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. Pelepasan dilakukan Selasa siang (3/11) sekira pukul 13.30 secara simbolis. Yakni, memecah kendi di depan kontainer berisi Tryptophan Granule siap berangkat. Ceremony memecah kendi itu dilakukan bersama Direktur CJI Shin Hae Sung dan Executive Vice President CJI Plant Pasuruan, Yoon Tae Sang dan pejabat lainnya.

BREEFING: Mentan SYL sempat bertemu pimpinan dan pegawai PT CJI usai peluncuran ekspor perdana di lokasi pabrik CJI, siang tadi.

Tryptophan Granule merupakan vitamin atau obat (feed suplement) yang mengandung asam amino yang dibutuhkan sebagai pakan ternak. CJI sendiri memproduksi lysine dan tryptophan. Sebelumnya berbentuk powder. Namun saat ini berbentuk granule. Karena tryptophan granule dianggap lebih ramah lingkungan dan bisa diterima pasar luar negeri.
Tercatat ada 8 negara tujuan ekspor pabrik asal Rejoso-Pasuruan ini. Tersebar di eropa dan asia. Di antaranya, negara Hongaria, Belgia, Jerman, Belanda, Polandia, United Kingdom, India dan Vietnam.

“Dari Pasuruan ini asam aminonya kuat. Dan dibutuhkan dunia. Ekspor jenis ini untuk pertama kalinya. Saya kira apa yang dilakukan CJ ini sebuah lompatan yang luar biasa. Ekspor diperkuat. Ini sejalan dengan pemikiran Pak Jokowi. Investasi diperkuat, ekspor juga lancar. Sehingga kelemahan dari pandemic ini kita tetap bisa survive,” tegas Mentan Syahrul Yasin Limpo usai peluncuran ekspor ini.

SYL mengapresiasi eksistensi PT CJI yang terus berproduksi produk ekspor, kendati di tengah kondisi serba sulit. Masa pandemi Covid-19. “Saya sangat menghargai, sangat mengapresiasi lompatan kemajuan dari PT CJI. Saya berharap PT CJ terus meningkatkan kinerja ekspornya di pasar internasional,” cetusnya.

Mantan Gubernur Sulsel ini menjelaskan, kebutuhan asam amino dalam negeri rata-rata per tahun sebanyak 53.226 ton. Dengan kapasitas produksi dalam negeri kita sebesar 381.500 ton, maka, ada potensi ekspor asam amino sebesar 328.274 ton. Dan sampai dengan bulan September 2020 sudah terealisasi ekspor sebanyak 119.496 ton.

PT Cheil Jedang Indonesia merupakan satu-satunya produsen asam amino di Indonesia baik untuk pakan (feed grade) maupun pangan (food grade). Presiden PT Cheil Jedang Indonesia (CJI) Yoon Tae Sang mengatakan, dengan adanya Tryptophan Granule, CJI telah menjawab permintaan pasar global, khususnya produk asam amino untuk pakan ternak yang lebih ramah lingkungan.

Ia menyebut, pada tahun 2021 nanti CJI menargetkan bisa lebih melebarkan sayap di negara Eropa dan Asia lainnya dengan target penjualan 36.000 MT atau setara USD 183 juta.
“Kami sangat berterima kasih kepada Menteri SYL yang telah hadir dan sekaligus sebuah kehormatan bagi kami. Kami harap dukungan ini terus dilakukan ke depannya,” ujar Yoon Tae Sang melalui Direktur CJI Plant Pasuruan, Imam Nachrowi.

Selain pangsa pasar terhadap 8 negera Eropa-Asia, Imam menilai masih terbuka peluang ekspor ke puluhan negara-negara lainnya. (day/day)