Kiai Mutawakkil Ungkap Ada Tarekat Sesat di Probolinggo

4640

Kraksaan (wartabromo.com) – Terungkap ada tarekat sesat di Kabupaten Probolinggo. Aliran ini mulai berkembang di 2 kecamatan, yakni Leces dan Tiris.

Hal itu diungkapkan oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, saat memberikan sambutan pada acara pelantikan pengurus PCNU Kota Kraksaan pada Minggu, 8 November 2020. “Ada di Leces dan Tiris. Ini yang perlu diwaspadai oleh pengurus PCNU Kota Kraksaan. Jika tak waspada maka akan merusak jam’iyah,” sebutnya.

Untuk menggaet pengikut, tarekat itu mengklaim sebagai bagian dari tarekat Tijaniyah. Namun, dalam praktiknya ada penyimpangan. Di mana saat melakukan amalan, lelaki dan perempuan berada dalam satu tempat. Mereka bercampur atau berbaur, meski bukan mahram.

Baca Juga :   Pekan Depan, Jembatan Kedungasem Tak Bisa Dilalui

Bahkan dalam melaksanakan amalan itu, mereka bertelanjang diri alias melepas busana dan mematikan lampu. “Ini kan sangat berbahaya sekali dan tidak sesuai dengan syariat. Serta esensi dari tarekat itu sendiri,” kata selaku Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur tersebut.

Kiai murah senyum itu mengaku mendapat laporan dari salah satu warga yang memiliki istri pengikut tarekat itu. Si istri tersebut kini bersama dengan mursyid-nya (guru atau pemimpin tarekat). “Mursyid itu masih muda, istri orang itu juga muda. Si istri itu akhirnya ikut si mursyid. Ya akhirnya bal-balan,” ungkap pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong itu.

Dengan fakta itu, Kiai Mutawakkil mengajak segenap pengurus NU dan warga nahdliyin untuk waspada. Terus membumikan tradisi-tradisi yang diwariskan oleh ulama terdahulu, melalui program-program yang menyentuh bagi warga, utamanya kaum muda.

Baca Juga :   Kadinkes dan Kepala DPPKB Kabupaten Probolinggo Bertukar Kursi

“Segenap Pengurus PCNU untuk ikut membentengi umat dari pengaruh modernisasi yang negatif melalui medsos, maupun aliran-aliran sesat yang menggerogoti akidah. Di mana umat kadang belum mampu membedakan mana karomah, mana istidjrod, mana kiai atau ulama, mana dukun,” tegasnya. (saw/ono)