Yuk Kenali Cara Lumba-lumba Berkomunikasi

622

Pasuruan (Wartabromo.com) – Siapa yang tak kenal lumba-lumba, hewan yang terkenal pintar dan bersahabat. Mamalia air ini juga dikenal memiliki cara komunikasi yang unik.

Mengutip kompas, ada beberapa cara komunikasi yang digunakan lumba-lumba.
Mau tahu?

1. Sonar biologis

Lumba-lumba mirip kelelawar memiliki sonar biologis yang disebut ekolokasi. Alat ini memancarkan frekuensi suara bernada rendah atau tinggi. Pancaran seperti gema inilah yang digunakan lumba-lumba untuk mendeteksi sekitar. Mereka menghitung durasi pantulan suara atau gema untuk kembali

Ekolokasi lumba-lumba terbilang sangat akurat. Kemampuan itu digunakan untuk mendeteksi ukuran objek, arah perjalanan, kepadatan, serta posisi suatu objek ada di atas atau di bawah lumba-lumba. Dengan begitu, lumba-lumba akan mudah menemukan makanan dan menghidnari bahaya meski dengan penglihatan terbatas saat di air.

2. Bersiul

Selain berkomunikasi melalui sonar biologis, lumba-lumba juga bersiul mirip peluit. Nada vokalnya unik dan khas. Bagi lumba-lumba, perbedaan nada vokal merupakan hal penting untuk memahami lawan bicara.

3. Bahasa tubuh

Lumba-lumba sering terlihat melompat keluar air, memukul air menggunakan ekor dan sirip, saling bertabrakan, dan sky hopping. Ternyata masing-masing gerakan itu merupakan bahasa tubuh yang digunakan lumba-lumba.

Misalnya saja, melompat keluar dari air. Melompat keluar air diyakini ilmuwan sebagai tanda mereka ingin menunjukkan keremajaannya sambil mengawasi predator di sekitarnya. Selain sekadar pamer, melompat keluar air juga membantu lumba-lumba menghemat energi. Pasalnya, melompat di udara lebih sedikit memerlukan upaya daripada berenang mendorong air.

Ketika lumba-lumba memukul air dengan ekor dan sirip, artinya mereka sedang memberi peringatan tanda bahaya kepada spesiesnya. Namun, hal itu juga bisa menjadi sinyal positif, jika mereka sedang menginginkan sesuatu. Arti pukulan tersebut bergantung pada keras tidaknya pukulan serta banyaknya pengulangan pukulan air.

Sementara itu, sky hopping atau mengintai yakni kondisi ketika lumba-lumba menjulurkan kepala ke atas permukaan air dalam waktu lama untuk mengamati sekeliling. Biasanya, gerakan ini digunakan untuk mengawasi predator.

4. Komunikasi dengan kontak fisik

Selain gerakan tubuh, lumba-lumba juga berkomunikasi melalui kontak fisik. Contohnya, selama periode kawin lumba-lumba biasanya menggunakan benturan keras dengan kepala. Gerakan ini merupakan sinyal agresif yang digunakan lumba-lumba untuk menangkis pejantan. Sedangkan benturan lembut dan sentuhan sirip merupakan tanda kasih sayang.

Unik ya? (bel/ono)