RSUD Bangil Punya Pelayanan Unggulan; Poli Orthopedi dan Pain

2813

 

Pasuruan (Wartabromo.com)- Diantara Anda mungkin pernah merasakan nyeri. Pernah terkena syaraf kejepit (kecetit, red). Atau sempat jalan dengan cara merunduk-runduk memegang pinggang. Nah, itu beberapa indikator anda mengalami sakit nyeri pada bagian-bagian tertentu.

Nyeri merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan bagi setiap orang. Akibatnya semua aktivitas kita bisa terganggu. Apalagi ketika usia melampui 40 tahun ke atas. Lalu, kemana pengobatannya? RSUD Bangil.

DETEKSI DULU: Alkes canggih berupa radiofrekeunsi dan USG bisa mendeteksi pasien yang mengeluh nyeri agar dilakukan tindakan oleh dokter. Dan tidak harus operasi, jika nyerinya bisa ditangani dengan baik.

Ya, RSUD Bangil saat ini mempunyai pelayanan unggulan yang terkait dengan nyeri atau pengalaman nyeri dengan alat yang jauh lebih canggih. Sangat mudah, sangat ringan, sangat nyaman dan aman. Termasuk bagi Anda yang muslim, tetap bisa beribadah tanpa terganggu.

Tentunya, Anda ingin tahu lebih jauh untuk bisa membuat anda terkesan atau percaya bahwa ini adalah hal yang sangat mudah. Terobosan atau inovasi baru dengan hadirnya poli baru dengan dokter Spesialis Orthopedi, Hamzah Sp.OT.

Baca Juga :   20 Anggota Polres Probolinggo Terpapar Covid-19

Menurut dr Hamzah, modalitas untuk tindakan di Orthopedi salah satunya tidak harus selalu operasi. Walaupun hampir semua tindakan kita tetap ada konservatif maupun manajemen terapi invasif.

“Invasif itu ada dua. Bisa mengeluarkan nyeri dengan manajemen intervensi tadi. Atau kalau memang sudah stadium lanjut, baru kita lakukan operasi. Jadi tidak langsung melulu obat langsung operasi. Kasih obat dulu. Kalau ndak bisa baru operasi,” ujar dr Hamzah saat didampingi Kepala Bidang Penunjang RSUD Bangil, Dr dr Aslichah, MKes AFP.

OBATI: Nyeri sendi di bagian lutut atau nyeri pinggang akibat saraf kejepit atau kecetit juga bisa dilayani di poli Orthopedi dan Pain.

Nah, solusinya supaya tidak langsung ke tahap operasi, dr Hamzah menyebut diperlukan manajemen nyeri. Artinya pengelolaan nyeri dengan metode berbagai macam. Kalau yang dilakukan sekarang ini manajemen nyeri dengan terapi invasif.

Baca Juga :   Tracing Klaster Dispendukcapil, 19 Pegawai Konfirmasi Covid-19

“Jadi kita sekarang punya modalitas baru yang mungkin termasuk salah satu dari rumah sakit yang mempunyai ini di Jawa Timur. Yaitu radiofrekuensi dan USG,” tegasnya.

Dengan adanya dua alat ini, lanjut dr Hamzah, pasien-pasien yang memiliki nyeri punggung, nyeri lutut yang belum terlalu parah, tidak perlu mengkonsumsi obat tiap hari. Melainkan dia bisa datang, kemudian dievaluasi. Dan kemudian dicari syaraf yang membuat nyeri. “Kemudian kita lakukan manajemen nyeri dengan alat ini,” cetusnya.

Kalau saraf kejepit bagaimana, dok? Sakit sekali rasanya. Dr Hamzah menjelaskan, kalau bahasa awam, faktor infeksinya ada reaksi radang juga pada saluran. Reaksi radang itu menyebabkan saraf itu merasa nyeri. Dengan USG ini bisa mendeteksi area mana yang bermasalah.

Baca Juga :   Zona Merah Covid-19 Meluas di Jawa Timur

“USG dipakai untuk mencari mana masalahnya. Masalahnya kok jadi nyeri ini sarafnya kenapa? Kemudian setelah itu dicari. Dapat. Difoto dengan ini alatnya. Sehingga orang tersebut hampir berkurang sekali nyerinya,” jelasnya.

Beberapa pasien mungkin bisa jadi berjalan dengan merunduk-runduk. Atau mungkin nyeri pada saluran lainnya. Dari sini, dr Hamzah akan memeriksa terlebih dahulu kira-kira ototnya kecetit bagaimana. Mungkin kalau terapinya bisa beberapa kali. Macam-macam. Ada yang satu kali sudah sembuh. Ada yang dua kali, tergantung tingkat keparahannya. Yang dirasakan pasien atau kondisi penyakit itu sendiri.