Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Kabupaten Pasuruan

801
Beberapa bocah di Kedungringin, Kecamatan Beji bermain air saat banjir melanda wilayah setempat. Foto diambil Senin (2/11/2020). Foto: Romadoni.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sejumlah wilayah di Jawa Timur sudah memasuki musim penghujan. Bahkan beberapa di antaranya mengalami banjir, seperti yang terjadi di Kabupaten Pasuruan beberapa pekan lalu.

BMKG Stasiun Kelas 1 Juanda Sidoarjo dalam siaran persnya tentang Peningkatan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur ME.02.04131 / KSUB / XI / 2020, menyatakan, dalam sepekan ke depan prakiraan cuaca di Jawa Timur secara umum, dan Kabupaten Pasuruan akan mengalami cuaca ekstrem.

I Wayan Mustika, Kepala Stasiun BMKG Juanda menyatakan, cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan disebabkan adanya pertemuan massa udara yang dilengkapi dengan perlambatan massa udara. Sehingga menyebabkan awal konvektif berupa awal cumulonimbus yang lebih intens.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan kondisi atmosfer yang tidak stabil dan dapat meningkatkan potensi kejadian cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur,” kata Wayan dalam keterangan tertulisnya yang diterima WartaBromo, Kamis (26/11/2020).

Wayan meminta masyarakat mewaspadai adanya potensi curah hujan dengan intensitas tinggi dengan disertai angin kencang. Selain itu, ia menghimbau dampak dari cuaca ekstrem seperti potensi banjir, tanah longsor, dan dampak destruktif lain.

“Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” tambahnya, seperti dalam siaran persnya kemarin (25/11/2020).

Sementara itu, Kamis (26/11/2020) pagi, melalui akun media sosialnya, BMKG Juanda merilis peringatan dini 3 harian Jawa Timur, yakni tanggal 26-28 November 2020.

Kabupaten Pasuruan termasuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. (oel/asd)