Jadi Tempat Sakral, BPCB Larang Mandi di Sumber Tetek

2284

 

Gempol (WartaBromo.com) – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menerapkan kebijakan baru berupa larangan mandi di Candi Sumber Tetek di Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol.

Keputusan ini berlaku sejak 23 November 2020. Sesuai dengan Surat Instruksi Kepala BPCB Jawa Timur bernomor 2037/F7.2/KB/2020.

Dalam surat yang diterbitkan BPCB Jatim itu, BPCP menyebut, kebijakan baru itu didasarkan hasil pemantauan per tanggal 17 November 2020 lalu. Ketika itu, banyak pengunjung yang mandi hingga tengah malam.

“Mengingat candi belahan berfungsi sebagai petirtaan sakral, maka pengunjung tidak diperbolehkan mandi. Demikian instruksi ini disampaikan untuk dilaksanakan sebaik-baiknya,” tulis Zakaria, kepala BPCP dalam surat tersebut.

Sulikhin, selaku Koordinator BPCB wilayah Pasuruan yang dikonfirmasi WartaBromo membenarkan larangan tersebut. Menurutnya, larangan itu juga demi keamanan pengunjung itu sendiri.

Baca Juga :   Sumber Air di Kawasan Bromo Butuh Penataan

Ia menguraikan, berdasarkan pengamatannya, struktur candi sudah banyak terkikis karena usia. Ditambah lagi saat ini musim hujan, dikhawatirkan membahayakan.

“Struktur Candi Sumber Tetek kan dari batu bata, dan kondisinya sudah rapuh, beberapa retak di bagian belakang. Sebagai antisipasi, BPCB melarang pengunjung mandi di kolam,” terangnya saat dihubungi WartaBromo, Sabtu siang (12/12/2020).

Meski begitu, pengunjung tetap bisa mengambil air. Bahkan, bila pun ingin mandi, sudah ada tempat khusus yang disediakan Pemdes setempat.

“Jadi sama saja, pengunjung tetap bisa mandi dengan air yang sama dengan candi tanpa harus di kolam,” imbuh Sulikhin.

Sulikhin lantas membandingkan dengan Petirtan Jolotundo yang memang diperuntukkan untuk mandi. Secara historis, kata dia, fungsi kedua candi tersebut berbeda.

Baca Juga :   Proyek RSUD Grati - Kecamatan Gempol Jadi Temuan BPK

“Secara fungsi juga berbeda, kalau di Jolotundo kan memang untuk pemandian. Selain itu, struktur candinya sudah kokoh setelah direhab, jadi relatif aman,” ungkapnya. (oel/asd)