Polemik Pernyataan Perusahaan Nakal, Dewan-MJS Genjatan Senjata

1402

Pajarakan (wartabromo.com) – Perseteruan antara DPRD Kabupaten Probolinggo dengan PT. Mandiri Jaya Sukses (MJS) mereda. Dewan meminta maaf atas tudingan terhadap pabrik kayu olahan itu sebagai perusahaan nakal.

Sikap saling melunak seperti genjatan senjata itu terjadi ketika perwakilan pabrik kayu beraudensi dengan pimpinan dewan pada Selasa (23/12/2020), sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka ditemui oleh Lukman Hakim, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo dan anggotanya.

“Seperti sebelumnya (demo, red), kami meminta dewan mengklarifikasi ucapannya yang menyebut perusahaan kami sebagai perusahaan nakal,” desak Tommy Angga Widiatmoko, selaku perwakilan karyawan PT. MJS.

Ia mengatakan tudingan anggota Komisi IV saat berkunjung ke pabrik yang berada di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending pada Rabu (25/11/2020) itu memberikan citra buruk bagi perusahaan. “Kami dirugikan, selain (hilang kepercayaan) dari konsumen juga dari pihak perbankan. Sehingga owner memutuskan untuk menutup sementara operasional pabrik,” sebutnya.

Baca Juga :   Saat Guru Penggandol Pikap Sayur Mendapat Penghargaan

Sugianto, salah satu anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo mengatakan kunjungan ke pabrik pengolahan kayu itu, merupakan langkah yang benar, bagian dari pengawasan terhadap pabrik dan ketenagakerjaan. Menurutnya itu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) komisi yang dinaungi.

“Demi kelangsungan perusahaan dan nasib karyawan, saya siap meminta maaf. Secara pribadi saya tidak apa-apa, karena saya anggota Komisi IV,” kata politisi dari Nasdem itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Lukman Hakim menyebut, pimpinan dewan akan mengambil alih polemik itu. Dalam waktu dekat, dewan akan berkomunikasi dengan owner PT. MJS untuk penyelesaian.

“Secara personal, tadi anggota Komisi IV sudah meminta maaf. Tetapi kalau penarikan kata-kata, mohon maaf, itu nanti kami bicarakan di tingkat pimpinan, karena itu menyangkut lembaga,” sebut Lukman.

Baca Juga :   Retribusi Pasar Semampir Naik, Kadisperindag: Ndak Boleh Nolak Kalau Masih Mau Berjualan

Ia menegaskan, gebrakan Komisi IV murni demi memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, dalam hal ini karyawan yang bekerja di PT. MJS. “Tidak ada rencana penutupan pabrik,” kata politisi PKB itu.

Meski secara kelembagaan belum dilakukan, Tommy mewakili pihak perusahaan mengaku lega. Ia menilai permintaan maaf secara pribadi oleh anggota Komisi IV sudah mewakili. “Sudah cukup mewakili substansi tuntutan, tinggal komunikasi lebih lanjut,” tandas Tommy. (cho/saw)