Bencana di Kabupaten Pasuruan Didominasi Banjir

847
Seorang warga melintasi genangan banjir di Kedungringin, Sabtu (19/12/2020). Foto: Miftahul Ulum.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sepanjang tahun 2020, ada 35 bencana yang terjadi di Kabupaten Pasuruan. Lebih dari separonya merupakan bencana banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati mengungkapkan, tercatat  25 bencana banjir yang mendominasi di Kabupaten Pasuruan.

“Paling banyak ya banjir. Kalau bencana lain hanya satu atau dua kali saja seperti tanah longsor dan puting beliung,” kata Tecto, Sabtu (26/12/2020) siang.

Seperti tahun sebelumnya, banjir rata-rata terjadi di 10 kecamatan yang masuk dalam daerah rawan. Diantaranya Kecamatan Gondang Wetan, Winongan, Rejoso, Grati, Beji, Gempol, Bangil, Purwosari, Kraton, dan Kecamatan Pohjentrek.

“Paling banyak di Desa Prodo, Kecamatan Winongan. Ada juga di Desa Kedawung, Kecamatan Grati dan Desa Sadengrejo, Rejoso. Juga di Kraton,” tambahnya.

Namun demikian, banjir tersebut mayoritas kiriman dari daerah hulu, seperti Malang. Langkah antisipasi sudah dilakukan, diantaranya dengan normalisasi sungai, hingga meminta warga sadar lingkungan.

“Kita imbau warga untuk gotong royong kerja bakti membersihkan sampah di selokan, parit, gorong-gorong dan lain sebagainya. Normalisasi juga dilakukan,” imbuhnya.

Sementara itu, bencana lain yang terjadi di Kabupaten Pasuruan yakni bencana Longsor. Setidaknya terpantau di 3 Kecamatan. Yakni Kecamatan Tosari, Kecamatan Wonorejo, dan Kecamatan Lumbang.

“Untuk di wilayah pegunungan, kami imbau tetap waspada. Ketika ada hujan intensitas tinggi, maka segera menghentikan aktivitas di dekat tebing. Karena itu rawan longsor,” jelasnya.

Sedangkan untuk puting beliung, tercatat ada dua kejadian. Selain itu, juga ada banjir rob, kekeringan dan bencana non-alam yakni Covid-19. (mil/may)