Jelang Nataru Konsumsi BBM Turun, tapi LPG Naik

785
SPBU Raci, satu dari SPBU di Kabupaten Pasuruan yang masih diperkenankan menjual premium. Karena itu, di SPBU ini, harga pertalite masih normal tanpa diskon. Foto: Miftahul Ulum.

 

Surabaya (WartaBromo.com) – Konsumsi Bahan Bakar Mesin (BBM) di Jawa Timur menjelang Natal dan Tahun Baru mengalami penurunan.

Hal ini dipaparkan Executive General Manager (EGM) Pertamina Marketing Region Jawa Timur Bali Nusa Tenggara C.D. Sasongko saat memantau layanan di SPBU dan Terminal BBM pada Hari Raya Natal, Sabtu (26/12/2020.

Sasongko mengatakan, penurunan konsumsi BBM pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) sebesar 5-6 persen dibanding konsumsi harian normal.

Ia merinci, untuk produk jenis Gasoline seperti Premium, Pertalite, Pertamax, dan Plertamax Turbo mengalami penurunan mencapai 5 persen.

“Sampai pekan kedua pemantauan Tim Satgas pada Minggu (20/12/2020), rerata konsumsi hariannya turun sebsar 5 persen dibanding dengan rerata konsumsi harian normal. Dari 12.400 Kilo Liter (KL) per hari menjadi 11.700 KL,” kata Sasongko dalam Siaran Pers yang diterima Wartabromo (26/12/2020).

Sasongko menambahkan, tak jauh beda dengan Gasoline, konsumsi BBM jenis Gasoil seperti Biosolar Dexlite dan Pertamina Dex juga mengalami penuruan sebesar 6 persen.

Dikatakannya, konsumsi harian normal Gasoline sebelumnya sebesar 6.100 KL. Namun, menjelang Natal dan Tahun Baru ini menjadi 5.700 KL.

Ada pun penyebabnya, menurut Sasongko, penurunan ini disebabkan masyarakat yang memilih untuk tidak bepergian keluar kota di wilayah Jawa Timur sebagai antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19.

Berbeda dengan konsumsi BBM, konsumsi LPG untuk sektor rumah tangga justru mengalami kenaikan. LPG sektor rumah tangga yang dimaksud d adalah LPG subsidi 3 kg, Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg.

Menjelang Natal sampai Minggu (20/12), konsumsi LPG mengalami kenaikan tipis sebesar 1 persen.

“Konsumsi harian normal sebelumnya 4.236 Metrik Ton (MT) per hari menjadi 4.362 MT per hari,” sambung Sasongko.

Ia menegaskan, Pertamina tetap fokus dan memastikan proses penyediaan kebutuhan energi untuk masyarakat berjalan dengan baik. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir stok BBM dan LPG selama Nataru.

Sementara itu, Section Head Communication and Relation Marketing Region Jatimbalnus PT Pertamina Ahad Rahedi mengatakan, untuk konsumsi BBM dan LPG di Kabupaten Pasuruan tidak jauh berbeda dengan konsumsi di Jawa Timur.

“Kurang lebih secara rata-rata hampir sama di wilayah Jatim. Kalau detailnya, saya coba siapkan datanya dulu,” kata Ahad saat dihubungi WartaBromo. (oel/ono)